Jasad ABK Dibuang ke Laut
Viral ABK Indonesia Kerja 30 Jam di Kapal China, Jika Sakit dan Meninggal Jenazah Dibuang ke Laut
Berita jenazah anak buah kapal (ABK) Indonesia yang meninggal saat bekerja di kapal China menjadi viral di Korea Selatan.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
Dalam surat itu juga telah disepakati jika sesuatu terjadi dan ABK meninggal dunia, maka jenazahnya akan dikremasi lalu abunya dipulangkan ke Indonesia.
Mereka juga meminta ABK Indonesia mengasuransikan jiwanya sebesar 10 ribu USD atau sekitar Rp 150 juta.
Selain itu, ada perjanjian untuk tidak membawa masalah yang mungkin muncul selama bekerja ke kepolisian Indonesia.
"Rekan kerja yang meninggal itu pun sudah meninggal selama satu bulan," kata Jang Hansol melanjutkan berita yang ia tonton.
Seorang ABK memberi kesaksian awal mula rekannya mengalami kram dan bengkak di bagian kaki.
Bagian tubuh lainnya kemudian menyusul bengkak dan akhirnya rekan ABK tersebut meninggal dunia.
Tidak hanya itu, mereka tidak diperkenankan minum air mineral.
Para ABK hanya dapat minum air laut yang telah disaring.
"Jadi dikatakan mereka sebenarnya membawa minum air mineral, tapi yang minum cuma nelayan China, sedangkan untuk orang Indonesianya disuruh minum air laut yang difiltrasi," ungkap Hansol.
Menurut kesaksian seorang ABK, air laut filtrasi membuat tenggorokan mereka terasa berdahak.
Hal yang lebih mengejutkan lagi bagi Hansol adalah saat mendengar jam kerja para nelayan tersebut.
"Sehari kerja 18 jam," katanya.
Hansol sampai tidak bisa berkata-kata ketika mengetahui hal ini.
"Aku saking kagetnya, 30 jam bekerja dan diselingi waktu 6 jam alias waktu makan dan itu dihitung sebagai waktu istirahat," katanya sambil menggelengkan kepala.
• Korea Selatan Mulai Membuka Pusat Keramaian setelah Klaim Berhasil Kendalikan Wabah Corona
Lihat videonya mulai dari awal: