Virus Corona
Ungkap Ketakutan ketika PSBB Dilonggarkan, dr Erlina: Kalau Puncaknya Tinggi, Kita Enggak Sanggup
Dokter spesialis paru-paru, dr. Erlina Burhan memberikan tanggapan soal wacana relaksasi atau kelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Kita enggak mau itu terjadi di sini," tegas Erlina.
"Jadi mohon kiranya para pengambil kebijakan memikirkan juga hal ini," kata Erlina.
"Tapi kemampuan kami juga ada batasnya. Kalau pasien sangat banyak, artinya banjir pasien, kita tidak bisa memberikan pelayanan yang optimal," jelas Erlina.
"Kasihan pasien, kasihan keluarga," tutupnya.
Simak videonya mulai menit ke-7.15
Mardani Ali Sera Sebut Konyol Ide Relaksasi PSBB
Anggota DPR fraksi PKS, Mardani Ali Sera menyoroti wacana pemerintah untuk memberikan relaksasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Dilansir TribunWow.com, Mardani Ali Sera menyebut ide relaksasi atau kelonggaran PSBB sebagai hal yang konyol.
Menurut Mardani Ali Sera, tidak ada alasan untuk memberikan kelonggaran atau apapun bentuknya di tengah penyebaran Virus Corona yang masih berlangsung.
• Sebut Krisis Pandemi Corona Terberat sejak Indonesia Merdeka, Sandiaga Uno Ingatkan Peran Besar UMKM
Dirinya mengatakan bahwa Indonesia belum menunjukkan adanya penurunan jumlah kasus Covid-19.
Oleh karena itu, pemerintah seharusnya justru semakin memperketat aturan dari PSBB.
Hal ini disampaikan Mardani dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (5/5/2020).
"Ide relaksasi PSBB konyol Bang Karni, karena itu harus dilawan, nyuwun sewu bahasanya kasar," ujar Mardani.
"Karena kalau itu berlaku berapa banyak kasus," sambungnya.
Menurut Mardani, apa yang dikatakannya tersebut bukan sekadar omongan, melainkan sebuah fakta dan ada datanya.