Breaking News:

Virus Corona

65 Karyawan Pabrik Sampoerna Positif Corona, Khofifah: Penarikan Produk Rokok Sedang Dibahas

65 karyawan Pabrik Sampoerna dinyatakan positif Virus Corona.Khofifah mengatakan bahwa wacana penarikan produk rokok kini tengah dipertimbangkan

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
Youtube/KompasTV
Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa wacana penarikan produk rokok kini tengah dipertimbangkan. 

TRIBUNWOW.COM - 65 karyawan Pabrik Sampoerna dinyatakan positif Virus Corona.

Kasus terungkap setelah dua orang karyawannya meninggal pada April lalu dengan status positif Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com dari acara Kompas TV pada Minggu (4/5/2020), Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa angkat bicara.

Berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan sejumlah karyawan pabrik rokok Sampoerna dinyatakan positif Virus Corona.
Berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan sejumlah karyawan pabrik rokok Sampoerna dinyatakan positif Virus Corona. (Youtube/KompasTV)

 

Jenazah Perawat Corona Ditolak di TPU Semarang, 3 Tokoh Masyarakat Ditetapkan Tersangka Provokator

Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa wacana penarikan produk rokok kini tengah dibahas.

Khofifah mengatakan bahwa diketahui droplet yang mengandung Virus Corona oleh penderita Covid-19 bisa menempel di beberapa jenis barang.

Bahkan Covid-19 bisa menempel di suatu bahan hingga beberapa jam.

"Yang kami dengar ada pertimbangan untuk menarik produk rokok dari sampoerna dari Pabrik Rungkuk, betulkah?," tanya pembawa acara.

"Iya jadi begini, ada droplet itu punya ketahanan melekat di jenis koper, di jenis kertas, di jenis kain, di beberapa item itu kan berbeda."

"Maka droplet itu dengan virus ini bisa hidup dalam waktu beberapa jam di item jenis tertentu," ucap Khofifah.

Sedangkan, konsumen harus dilindungi dari bahaya Covid-19.

"Nah ini semua tentu adalah untuk keamanan dan perlindungan para konsumen," kata dia.

Khofifah menuturkan, pihaknya sudah melakukan beberapa kajian secara sains mengenai masalah tersebut.

Ini Syarat Virus Corona Bisa Dikatakan Berakhir oleh WHO, Pakar Epedemi UI: Situasi Itu Tidak Mudah

"Nah pada posisi seperti ini secara teoritik, saintifik sebetulnya kita sudah sempat melakukaan telaah."

"Jadi kalau Virus Covid-19 ini tetularnya lewat droplet, percikan-percikan itu dengan virus di jenis bahan tertentu dia bisa tahan berapa lama," ujar Khofifah.

Namun, Mantan Menteri Sosial ini menegaskan bahwa pihaknya juga melakukan kajian dari sudut padangan sosiologis dan psikologis terkait masalah tersebut.

"Tapi tidak semata-mata karena pendekatan saintifik yang ini bisa tahan di bahan tertentu berapa lama, tapi hari ini juga adalah pendekatan psikologis dan sosiologis."

"Pendekatan psikologis dan sosiologisnya adalah ketika kemudian masyarakat terkonfirmasi dari perusahaan tertentu," ucapnya.

Khofifah mengaku khawatir pada psikologi konsumen saat mengosumsi rokok tersebut.

"Kemudian ada dropletnya misalnya ya waktu itu dikerjakan oleh karyawan dan karyawannya terkonfirmasi ada yang positif pasti akan menimbulkan dampak psikologis oleh konsumennya," sambungnya.

Sandiaga Uno Tanggapi Candu Media selama Pandemi Corona: Saya Sudah seperti Jadi Pakar Covid-19

Selain itu, Khofifah juga sudah mengajak beberapa pihak di luar pemerintahan untuk membahas masalah ini.

"Oleh karena itu sudah dilakukan pembahasan sebetulnya pada dua hari berjalan, malam ini juga kami jam 21 juga akan koordinasi kembali dengan Asosiasi Makanan, Minuman dan Rokok."

"Kami meminta mereka juga mengambil posisi untuk bisa saling mencari solusi dari kemungkinan risiko-risiko yang akan menjadi akibat apa tersuspect dari perusahaan rokok ini," jelasnya.

Lihat videonya sejak menit awal:

Nasib Pabrik Sampoerna

Pabrik Rokok Sampoerna yang terletak di Rungkut Surabaya mau tidak mau harus menutup sementara kegiatan operasional mereka.

Bermula dari meninggalnya dua karyawan Sampoerna Rungkut Surabaya akibat Virus Corona (Covid-19), kini ratusan karyawan lainnya memiliki potensi terjangkit Covid-19.

Langkah preventif pun segera diambil, mulai dari meliburkan karyawan, hingga menutup sementara kegiatan operasional pabrik.

 Antisipasi Pasien Corona Kabur, Polres Surabaya Bentuk Tim Covid Hunter, Sudah Buahkan Hasil

Mengingat potensi penularannya yang tinggi, Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan GM dari perusahaan yang bersangkutan.

Ia meminta agar Sampoerna Rungkut Surabaya menutup sementara kegiatan operasional mereka.

“Memang ada yang positif covid-19, yaitu pegawai dari pabrik tersebut. Ada dua orang, dan dua-duanya meninggal dunia."

"Di kompleks tersebut kini sedang dilakukan tracing dan kini ada sembilan yang dinyatakan PDP karena terdapat gejala klinis,” kata Joni.

Kini 500 karyawan pabrik telah diliburkan, orang-orang yang memiliki riwayat kontak dengan dua pegawai yang meninggal akibat Covid-19 nantinya akan dites dengan metode PCR.

“Langkah-langkah sudah diambil oleh tim tracing dan dinkes bahwa yang satu komplek pabrik itu ada sebanyak 500 karyawan kini sudah diliburkan," ujar Joni.

"Yang dekat dengan yang positif dan meninggal dunia tersebut juga besok dilakukan diagnostik pasti dengan PCR,” tambahnya. (TribunWow/Mariah Gipty/Anung Malik)

Tags:
Virus CoronaPabrik Rokok SampoernaKhofifah Indar Parawansa
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved