Terkini Daerah
Maafkan Pelaku seusai Ditampar, Petugas SPBU: Kasihan, Dia Harus Urus Sendiri Anaknya Umur 5 Tahun
Seorang petugas SPBU di Parigi, Pangandaran, Jawa Barat yakni Yeni Nur Octaviani (24) menjadi korban penamparan sopir kendaraan pikap berinisial CU.
Editor: Atri Wahyu Mukti
Ia juga turun dan menampar Yeni satu kali.
"Dia lalu berkata kasar. Sya tegur karena perusahaan punya aturan (mengisi bensin)," ujar Yeni.
Kejadian penamparan itu terekam CCTV SPBU.
Yeni pun melakukan visum dan melapor ke Polsek Parigi.
• Warga di Salatiga Sambut Kepulangan Pasien Covid-19, Tetangga Gotong Royong Cukupi Kebutuhannya
Laporan dicabut
Panit Reserse Kriminal Polsek Parigi Aiptu Ajat Sudrajat mengatakan persoalan itu telah selesai.
Pelaku mengaku bersalah dan korban mencabut laporannya.
"Tadi malam islah. Korban mencabut laporan," kata Ajat.
Alasannya, pelaku memiliki anak kecil dan harus mengurus anaknya lantaran sang istri bekerja di luar negeri.
"Kedua pihak sama-sama menyadari. Sudah islah di kantor tadi malam jam 22.00 WIB," tutur dia.
Lantaran laporan telah dicabut, status penyelidikan kasus ini pun dihentikan.
Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Pangandaran, Candra Nugraha | Editor: Aprilia Ika)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Petugas SPBU Ini Memaafkan Meski Ditampar dan Dikasari, Tak Tega Lihat Anak Pelaku dan karena Ramadan"