Breaking News:

Virus Corona

Achmad Yurianto Sebut PSBB Nasional Tak Perlu, Epidemiolog: Kalau Ingin Indonesia Pulih Bulan Juli

Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono berpendapat pembatasan sosial perlu dilakukan dalam skala yang lebih besar lagi.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
Surya/Sugiharto
Pengecekan pengendara motor yang melintas checkpoint Bundaran Waru pada hari pertama PSBB di Surabaya. 

TRIBUNWOW.COM - Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono berpendapat pembatasan sosial perlu dilakukan dalam skala yang lebih besar lagi.

Hal tersebut ia sampaikan saat menanggapi pernyataan Juri Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Seperti diketahui, beberapa daerah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Achmad Yurianto dan ahli epidemologi Pandu Riono, dalam tayangan Sapa Indonesia Malam, Sabtu (2/5/2020).
Achmad Yurianto dan ahli epidemologi Pandu Riono, dalam tayangan Sapa Indonesia Malam, Sabtu (2/5/2020). (Capture Youtube KompasTV)

Mulai 6 Mei, Jawa Barat Resmi Terapkan PSBB, Ridwan Kamil: Dilaksanakan 17 Kota Kabupaten Jawa Barat

Kebijakan itu diterapkan untuk menekan pertumbuhan kasus positif Virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Dilansir TribunWow.com, awalnya Achmad Yurianto menuturkan hal yang lebih penting adalah kepatuhan masyarakat yang wilayahnya menerapkan PSBB.

"Jangan dianggap peraturannya yang harus nasional," kata Achmad Yurianto, dalam tayangan Kompas TV, Sabtu (2/5/2020).

"Kalau kepatuhannya tidak dijalankan, sebaik apapun peraturan tidak ada gunanya," lanjut dia.

Yurianto menyebutkan tidak perlu ada PSBB secara nasional.

Menanggapi pernyataan Yurianto, epidemiolog Pandu Riono menyampaikan pengamatannya terhadap wilayah yang sudah menerapkan PSBB.

Menurut dia, wilayah yang memberlakukan PSBB sudah berhasil meningkatkan kepatuhan masyarakat.

"Setelah saya amati, ternyata pada daerah-daerah yang melaksanakan PSBB ini terjadi peningkatan kepatuhan pada masyarakat dibandingkan daerah yang belum melaksanakan PSBB," kata Pandu Riono.

"Tujuan PSBB memang tercapai, untuk meningkatkan kepatuhan," lanjutnya.

Ia menuturkan saat ini laporan kasus positif sudah mulai menurun di wilayah yang menerapkan PSBB.

Sri Sultan Tegaskan Yogyakarta Belum Ajukan PSBB, Jamin Ketersediaan Bahan Pangan Tercukupi

Dari penurunan kasus tersebut, Riono menyimpulkan PSBB menimbulkan harapan bagi masyarakat bahwa pandemi dapat segera berakhir.

Meskipun begitu, ia berpendapat perlu ada tindakan lebih lanjut jika ingin menyelesaikan pandemi secara nasional.

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
Tags:
Achmad YuriantoVirus CoronaCovid-19PSBBUniversitas IndonesiaPandu Riono
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved