Virus Corona
Achmad Yurianto Sebut PSBB Nasional Tak Perlu, Epidemiolog: Kalau Ingin Indonesia Pulih Bulan Juli
Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono berpendapat pembatasan sosial perlu dilakukan dalam skala yang lebih besar lagi.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono berpendapat pembatasan sosial perlu dilakukan dalam skala yang lebih besar lagi.
Hal tersebut ia sampaikan saat menanggapi pernyataan Juri Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.
Seperti diketahui, beberapa daerah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

• Mulai 6 Mei, Jawa Barat Resmi Terapkan PSBB, Ridwan Kamil: Dilaksanakan 17 Kota Kabupaten Jawa Barat
Kebijakan itu diterapkan untuk menekan pertumbuhan kasus positif Virus Corona (Covid-19) di Indonesia.
Dilansir TribunWow.com, awalnya Achmad Yurianto menuturkan hal yang lebih penting adalah kepatuhan masyarakat yang wilayahnya menerapkan PSBB.
"Jangan dianggap peraturannya yang harus nasional," kata Achmad Yurianto, dalam tayangan Kompas TV, Sabtu (2/5/2020).
"Kalau kepatuhannya tidak dijalankan, sebaik apapun peraturan tidak ada gunanya," lanjut dia.
Yurianto menyebutkan tidak perlu ada PSBB secara nasional.
Menanggapi pernyataan Yurianto, epidemiolog Pandu Riono menyampaikan pengamatannya terhadap wilayah yang sudah menerapkan PSBB.
Menurut dia, wilayah yang memberlakukan PSBB sudah berhasil meningkatkan kepatuhan masyarakat.
"Setelah saya amati, ternyata pada daerah-daerah yang melaksanakan PSBB ini terjadi peningkatan kepatuhan pada masyarakat dibandingkan daerah yang belum melaksanakan PSBB," kata Pandu Riono.
"Tujuan PSBB memang tercapai, untuk meningkatkan kepatuhan," lanjutnya.
Ia menuturkan saat ini laporan kasus positif sudah mulai menurun di wilayah yang menerapkan PSBB.
• Sri Sultan Tegaskan Yogyakarta Belum Ajukan PSBB, Jamin Ketersediaan Bahan Pangan Tercukupi
Dari penurunan kasus tersebut, Riono menyimpulkan PSBB menimbulkan harapan bagi masyarakat bahwa pandemi dapat segera berakhir.
Meskipun begitu, ia berpendapat perlu ada tindakan lebih lanjut jika ingin menyelesaikan pandemi secara nasional.