Breaking News:

Virus Corona

Fahri Hamzah: Presiden yang akan Datang Adalah Pemikul Beban Utang Paling Berat yang Pernah Ada

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra, Fahri Hamzah menyebutkan bahwa presiden yang akan datang menjadi presiden pemikul utang terberat.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Ananda Putri Octaviani
Youtube Fahri Hamzah Official
Fahri Hamzah dalam Kanal YouTube Pribadinya Fahri Hamzah Official, Kamis (30/4/2020) 

Fahri meminta pemerintah agar tidak mengalirkan dana tersebut untuk kebutuhan yang dinilai kurang mendesak.

Contohnya pembiayaan training online seperti yang terdapat dalam manfaat Kartu Prakerja, di mana penerima kartu akan mendapat manfaat sebesar Rp 3.550.000.

Sebanyak Rp 2.550.000 akan diberikan secara tunai, sementara sisanya akan dibayarkan pada badan-badan pelatihan online.

"Jangan dikasihkan ke training dunia maya, nggak ada gunanya itu duit. Duit hangus," ujar Fahri.

"Udah gitu perusahaannya dimiliki asing nanti, dicaplok sama asing, ini kita ini udah kurus, udah sakit disedot kita ini dibawa uangnya ke luar negeri," pungkasnya.

Lhat tayangan selengkapnya dari menit ke-1:00:51:

Klarifikasi Utang Negara

Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, menyatakan bahwa peminjaman dana yang dilakukan pemerintah merupakan hasil keputusan bersama.

Dilansir acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (21/4/2020), Yustinus memberikan klarifikasi bahwa utang yang dilakukan pemerintah telah disesuaikan dengan APBN.

"Ini karena kebutuhan kongkrit APBN yang tertuang dalam Undang-undang APBN yang diputuskan bersama DPR," jelasnya.

Meski berutang, namun Yustinus menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap berkembang.

Buat Refly Harun Tertawa, Fahri Hamzah Sebut Jokowi Tak Paham Pemberantasan Korupsi: Mohon Maaf Ini

"Saya kira ini perlu diklarifikasi, mesti nominal utang terus bertambah tetapi rasio utang PDB (Produk Domestik Bruto) konsisten di bawah 30 persen."

"Kita berpikir statis seolah-olah kue ekonomi itu tidak pernah bertambah, tidak pernah membesar," ucap dia.

Selain itu, Yustinus meminta agar masalah utang dilihat dari sisi yang sempit.

"Sehingga ketika nominal utang dilihat dalam kacamata sempit seolah-olah utang kita menumpuk," lanjutnya.

Halaman 2/3
Tags:
Fahri HamzahJokowiUtangPresiden
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved