Breaking News:

Virus Corona

4 Kabar Baik soal Penanganan Virus Corona di Indonesia, Produksi Ventilator dan Bantuan dari Amerika

Pandemi Virus Corona belum menunjukkan akan berakhir dalam waktu dekat karena setiap harinya masih tersu bertambah. Meski begitu ada 4 kabar baik.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
kanal YouTube KompasTV
Achmad Yurianto, Sabtu (19/4/2020). Pandemi Virus Corona belum menunjukkan akan berakhir dalam waktu dekat karena setiap harinya masih tersu bertambah. Meski begitu ada 4 kabar baik. 

TRIBUNWOW.COM - Pandemi Virus Corona belum menunjukkan akan berakhir dalam waktu dekat.

Khususnya di Indonesia, penyebaran Virus Corona masih terus berlangsung dan setiap harinya mengalami penambahan.

Meski begitu, pemerintah tentunya tidak tinggal diam untuk mengatasi penyebaran Virus Corona di Indonesia, yakni dengan melakukan berbagai upaya untuk menangani virus tersebut.

Pakar UGM Ungkap 3 Hal yang Pengaruhi Cepat Lambatnya Akhir Pandemi Corona di Indonesia, Apa Saja?

Setidaknya ada 5 kabar baik soal penanganan Virus Corona di Indonesia.

Berikut 5 kabar baik penanganan Virus Corona yang dirangkum TribunWow.com:

1. Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibandingkan Jumlah Kematian

Jumlah pasien sembuh dari Virus Corona di Indonesia terus mengalami penambahan setiap harinya.

Selain itu, kabar baiknya lagi, sejauh ini jumlah pasien sembuh lebih banyak dibandingkan dengan kasus kematian.

Berdasarkan data per Minggu (26/4/2020), pasien yang dinyatakan sembuh berjumlah 1.107 orang.

Sedangkan kasus kematian berjumlah 743 orang.

Itu artinya tetap ada harapan tinggi kepada tim medis Indonesia untuk bisa terus memberikan penanganan terbaik kepada pasien Covid-19.

Bahas Tingginya Tingkat Kematian Pasien Corona di Indonesia, Prof Wiku Singgung soal Deteksi Dini

2. Produksi Ventilator dan Dapat Bantuan dari Amerika

Presiden Joko Widodo (Jokowi) rupanya telah melakukan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump terkait penanganan Virus Corona.

Hal tersebut diungkap oleh Donald Trump melalui akun Twitternya, Jumat (24/4/2020).

Dilansir TribunWow.com, Donald Trump menyebut, Jokowi meminta bantuan AS terkait penyediaan ventilator.

Dan permintaan tersebut mendapatkan respon positif dari Donald Trum yang mengaku bersedia untuk bekerja sama dengan Indonesia.

“Baru saja berbicara dengan teman saya, Presiden Indonesia Joko Widodo. Meminta ventilator, yang akan kami sediakan. Kerja sama yang sangat baik di antara kami.”

Selain itu, tidak hanya mengandalkan bantuan dari Amerika, pemerintah juga telah menyiapkan produk dari dalam negeri.

Dikutip dari Kompas.com, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad) dan YPM Salman berhasil membuat ventilator portabel Vent-I.

Hasil karya ketiganya juga sudah lolos uji pada 21 April 2020 dan akan diproduksi untuk membantu penanganan Virus Corona.

Seperti yang diketahui ventilator ini adalah alat bantu pernapasan bagi pasien yang kesulitan bernapas.

Dokter Erlina Burhan Ungkap Hal Paling Berat Tangani Virus Corona: Hasil Lab Lama Sekali Keluar

3. Alat PCR Tiba di Indonesia, Mampu Periksa 32 Ribu Lebih Kasus

Indonesia mendapatkan donasi alat uji polymerase chain reaction (PCR) untuk pemeriksaan kasus Virus Corona dari Pemerintah Korea Selatan.

Bantuan PCR tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar Korea Selatan Kim Changbeum yang kemudian diterima oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada Jumat (24/4/2020).

Menurutnya, alat tes ini mampu memeriksa 32.200 kasus dalam penanganan Covid-19.

Kim menyampaikan bahwa alat tes tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi kapasitas pemeriksaan Covid-19 di Indonesia.

“Bantuan alat tes ini merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah Korea Selatan untuk memprioritaskan Indonesia dalam kerja sama penanganan Covid-19,” Ujar Kim Changbeum seperti yang dikutip TribunWow.com dari keterangan pers di Gedung BNPB.

Donald Trump Diprotes seusai Janji Sediakan Ventilator ke Jokowi, Apa yang Jadi Imbal Balik bagi AS?

4. Indonesia Berada di Iklim Tropis

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kabar baik untuk masyarakat berkaitan dengan penyebaran Virus Corona di Indonesia.

Dilansir TribunWow.com, Jokowi mengatakan penyebaran Virus Corona dipengaruhi oleh tingkat kelembapan udara, dan tingkat paparan sinar matahari.

Semakin tinggi paparan udara dan sinar matahari maka semakin rentan Virus Corona untuk bisa bertahan hidup.

Itu artinya Virus Corona ini tidak bisa bertahan lama pada cuaca panas.

Kepastian tersebut menurut Jokowi berdasarkan hasil penilitian yang dilakukan di Amerika Serikat.

"Tadi pagi saya mendengar penyataan dari pejabat departemen of Homeland Security dari pemerintah Amerika Serikat yang menyampaikan hasil penelitian bahwa suhu udara, sinar matahari, dan tingkat kelembaban udara sangat mempengaruhi kecepatan kematian virus Corona di udara dan dipermukaan tidak berpori," ujar Jokowi.

Kabar baik itu pun disyukuri oleh Jokowi, karena seperti diketahui kita semua hidup di Indonesia yang memiliki iklim tropis.

"Berita ini merupakan kabar menggembirakan bagi kita, Karena kita hidup di alam tropis, yang suhunya panas, udaranya lembab, dan kaya akan Sinar matahari," katanya.

Namun meski begitu, Jokowi berharap hal tersebut tidak lantas membuat masyarakat merasa bebas.

Jokowi menegaskan harus tetap mengikuti anjuran-anjuran yang sudah diberikan, untuk semakin memperkecil tingkat penyebaran Virus Corona.

"Satu, cuci tangan, selalu cuci tangan. Yang kedua, selalu menggunakan masker. Yang ketiga, jaga jarak. Dan yang keempat tingkatkan imunitas, tingkatkan daya tahan tubuh," pungkasnya.

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

 
Tags:
Virus CoronaCovid-19Amerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved