Terkini Nasional
Andi Taufan Pamit dari Stafsus, Refly Harun Ungkit Konten Lama: Saya Tak Tahu Apakah Ada Hubungannya
Pasca mundurnya Andi Taufan Garuda dari posisi Stafsus milenial Jokowi, Refly Harun mengungkit konten lamanya yang pernah menyindir mantan Stafsus itu
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
Refly lalu berfokus pada bagian dimana Andi Taufan memuji sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Berikut isi surat yang ditulis oleh Andi Taufan.
"Dalam kurun waktu tersebut, saya menyaksikan sendiri bagaimana beliau adalah sosok pemimpin teladan yang bekerja keras dengan tulus dan penuh dedikasi demi kebaikan seluruh masyarakat dan masa depan Indonesia." tulis Andi Taufan.
Refly tertawa menjawab isi surat tersebut, menurutnya sudah sewajarnya presiden memiliki komitmen, dan bekerja keras.
"Tidak lupa ia memuji Presiden Jokowi sebagai sosok yang pekerja keras, punya komitmen, ya jelaslah," kata dia sembari tertawa.
"Kalau tidak punya komitmen dan bekerja keras bagaimana mungkin Pak Jokowi bisa jadi presiden," lanjutnya.
Meskipun memuji pribadi RI 1 yang pekerja keras, dan berkomitmen, Refly menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus terus dikritik apakah benar atau salah.
"Tapi apakah kebijakan-kebijakannya selalu bisa kita setujui atau tidak, itu soal lain," ucap Refly.
Refly kembali menekankan sudah sewajarnya pemimpin bekerja keras demi menyelesaikan masalah yang ada.
Tetapi efektivitas kebijakan tersebut harus tetap dipertanyakan.
"Saya kira semua pemimpin pasti bekerja keras, hanya apakah kebijakan tersebut kemudian membawa kebaikan," ujar Refly.
"Efektif bagi penanganan Covid-19 misalnya itu soal yang bisa dibahas, itu dinamika politik, dan ekonomi yang berkembang terus menerus," tandasnya.
Simak video berikut mulai dari menit awal:
Jokowi: Saya Memahami kenapa Mereka Mundur
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menanggapi soal pamitnya dua Staf Khusus (Stafsus) Presiden milenial yang ia lantik pada tahun lalu.