Terkini Nasional
2 Stafsus Mundur, Refly Harun Anggap Belva Devara Gentle tapi Tidak pada Andi Taufan, Ini Alasannya
Pakar Tata Hukum Negara, Refly Harun mengomentari mundurnya Staf Khusus (Stafsus) Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Andy Taufan.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Pakar Tata Hukum Negara, Refly Harun mengomentari mundurnya Staf Khusus (Stafsus) Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Andi Taufan.
Hal itu diungkapkan melalui channel YouTube Refly Harun pada Jumat (24/4/2020).
Sebelumnya, Refly Harun juga turut mengomentari pengunduran diri Belva Devara yang dianggapnya cukup berani.
• Donald Trump Diprotes seusai Janji Sediakan Ventilator ke Jokowi, Apa yang Jadi Imbal Balik bagi AS?
Mulanya, Refly menilai bahwa secara pendidikan dan bisnis Belva Devara dan Andi Taufan dinilai sudah matang.
Namun, tidak dengan masalah kenegaraan.
"Anak muda ini mungkin secara akademik bagus lulusan Harvard lulusan Stanford, lulusan Nanyang Teknologi di Singapore, secara bisnis barangkali growing up."
"Tapi dari sisi sosial, dari sisi kehidupan, berbenturan dengan masalah kehidupan, berhubungan dengan etika kenegaraan mungkin jauh dari matang," ujar Refly.
Sehingga, ia merasa Jokowi seharusnya tidak mengangkat mereka staf khusus saat ini.
"Kalau presiden Jokowi mengharapkan orang-orang yang belum matang untuk menasihati dirinya wah saya khawatir, nah jangan-jangan nasihat yang mentah juga."
"Kita tidak underistimate kepada generasi muda ini," katanya.
Menurut dia, memberikan jabatan pada mereka belum pantas.
• Jokowi Doakan Belva Devara dan Andi Taufan setelah Mundur dari Stafsus: Mereka Banyak Membantu Saya
"Saya yakin Ahmad Taufan, ada Belva Devara akan jadi orang hebat di masa depan."
"Tetapi mengkarbitkan mereka saat ini, memberikan mereka ruang dan etalase lain sebagainya itu tidak akan mendidik mereka," kata dia.
Pakar Tata Hukum Negara lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut lantas menilai keputusan Andi Taufan mundur sudah tepat.
"Kalau Ahmad Taufan untuk memutuskan kembali ke society menurut saya itu langkah yang sangat tepat," ungkapnya.
Namun, Refly menyayangkan Andi Taufan yang mundur tanpa mengaku kesalahan terkait menyurati Camat se-Indonesia dengan kop Sekretariat Kabinet.
"Hanya sayangnya dalam suratnya yang bersangkutan tidak mau mengaku, bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggaran etika yang menurut saya cukup berat."
"Pertama dia tidak tahu Tupoksi Staf Khusus Presiden sehingga ikut cawe-cawe dalam implementasi sebuah kebijakan, lalu menunjuk perusahannya sendiri, menggunakan kop Sekretariat Kabinet pula," jelas Refly.
• Kata Jokowi soal Mundurnya Belva Devara dan Andi Taufan dari Stafsus: Mereka Telah Banyak Bantu Saya
Sehingga, Refly merasa Andi masih belum berani mengungkapkan kesalahannya.
"Jadi alasan dia adalah dia ingin terjun ke masyarakat dan lain sebagainya, jadi kurang gentle juga," lanjutnya.
Lihat videonya mulai menit ke-7:10:
Puji Belva Gentle
Sebelumnya, Refly Harun juga mengomentari CEO Ruangguru sekaligus Staf khusus presiden yang baru saja mengundurkan diri, Belva.
Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube pribadi Refly Harun pada Jumat (24/4/2020), Refly mengatakan bahwa Jokowi punya alasan mengapa dulu memilih Belva menjadi stafsus.
• Soroti Kontroversi Stafsus Milenial, Refly Harun Puji Belva Devara yang Undurkan Diri: Gentle Sekali
Kredibilitas Ruangguru dalam dunia pendidikan pasti menjadi satu di antara faktor mengapa Belva dipilih.
"Ya memang kalau Ruangguru abal-abal mungkin tidak tertarik juga presiden menjadikan Belva sebagai staf khusus Millenial," ujar Refly.
Lalu, ia menyinggung saat Jokowi memperkenalkan tujuh staf milenialnya pada enam bulan lalu.
"Yang dibangga-banggakan Presiden Jokowi dengan menampilkan tujuh orang seperti etalase 'nih lihat presiden dibantu oleh tujuh orang staf milenial'."
"Ternyata di perjalanan baru beberapa bulan tiga orang bermasalah," ungkap dia.
Kemudian, ia menyebut ada tiga stafsus yang menurutnya sudah melakukan kesalahan.
• Refly Harun Buka Instagram Belva terkait Undur Diri jadi Stafsus: Sebagian dari Kita Cuma Bermimpi
Jika Belva dipermasalahkan soal Ruangguru dalam proyek kartu prakerja, Andi Taufan terkait menyurati Camat se-Indonesia dengan melibatkan perusahaannya, PT Amartha Mikro Fintek.
Namun, Refly menilai Belva cukup berani untuk melepas jabatannya.
"Satu Belva Devara, dua Andi Taufan dan yang ketiga adalah Billy Mambrasar"
"Belva gentle sekali, dia mengundurkan diri, tapi Andi Taufan, pihak istana mengatakan sudah menegur," kata Mantan Komisaris PT Pelindo I itu.

Menurut Refly, seharusnya Andi Taufan juga mengikuti jejak Belva untuk mundur.
"Padahal, teguran itu ya terkait dengan pelanggaran prosedur atau pelanggaran hukum."
"Tapi dari segi etik lain lagi, kalau misalnya Andi Taufan merasa dia merasa etika harusnya mundur juga," ungkapnya.
Berbeda dengan Belva dan Andi Taufan, Refly menilai Billy bermasalah pada sikapnya.
"Billy Mambrasar mungkin tidak melanggar etik tapi konyol, itu saja," pungkasnya.
• Pasca-mundurnya Belva Devara, Jokowi Pahami Alasan hingga Dapat Tantangan Debat Terbuka
Lihat videonya mulai menit ke-9:15:
(TribunWow.com)