Terkini Nasional
Belva Devara dan Andi Taufan Mundur, Jokowi: Sebetulnya Saya Ingin Mereka Tahu soal Pemerintahan
Presiden RI Joko Widodo angkat bicara atas mundurnya dua Stafsus milenial yang ia lantik pada akhir November 2019 lalu.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara soal pamitnya dua Staf Khusus (Stafsus) Presiden milenial yang ia lantik pada tahun lalu.
Dua Stafsus tersebut adalah Belva Syah Devara, dan Andi Taufan Garuda Putra.
Seperti yang diketahui, keduanya mengundurkan diri setelah dituding memanfaatkan jabatan stafsus untuk kepentingan sendiri.

• Bahas Klarifikasi Belva Devara, Refly Harun Akui Ruang Guru Memang Bukan Perusahaan Abal-abal
Dikutip dari Kompas.com, Jumat (24/4/2020), Jokowi mengatakan dirinya menerima pengunduran diri tersebut.
Ia memahami alasan mundurnya dua pemuda yang juga menjadi pengusaha tersebut.
"Saya memahami kenapa mereka mundur, Saudara Belva Devara dan Andi Taufan," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/4/2020).
"Mereka anak-anak muda yang brilian, yang cerdas, dan memiliki reputasi serta prestasi yang sangat baik," lanjutnya.
Jokowi bercerita tujuan dirinya mengangkat sejumlah pemuda tersebut agar mereka bisa belajar tentang bagaimana cara mengelola pemerintahan.
"Sebetulnya saya ingin mereka tahu mengenai pemerintahan dan kebijakan publik," kata Presiden.
Pria yang kini menjabat presiden di periodenya yang kedua itu mengatakan bahwa Belva, dan Andi telah menunjukkan kinerjanya dalam membantu pemerintahan.
"Mereka telah banyak membantu saya bersama-sama dengan staf khusus lainnya dalam membuat inovasi di berbagai sistem pelayanan publik sehingga lebih cepat dan efektif," ucapnya.
Jokowi melanjutkan, optimis Belva, dan Andi tetap dapat berkreasi meski telah mengundurkan diri dari posisi Stafsus.
"Saya meyakini, insyallah, mereka akan sukses di bidang masing-masing. Belva di bidang pendidikan dan Andi Taufan di bidang tekfin keuangan mikro dan usaha kecil," sambungnya.
Seperti yang telah diketahui, Belva sekaligus CEO Ruang Guru tersebut telah menyatakan mengundurkan diri dari posisi Stafsus.
Pernyataan tersebut ia sampaikan lewat akun sosial medianya, pada Selasa (21/4/2020).
Ia mengatakan alasan dirinya mundur karena tidak ingin pemerintah dipusingkan oleh masalahnya yang dituding mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan lewat keterlibatan Ruang Guru dalam program Kartu Prakerja.