Breaking News:

Virus Corona

Pengakuan Anggota DPRD Sulsel Nyaris Diamuk Petugas Covid-19: Saya Dibentak-bentak dan Diviralkan

Sebuah video yang menunjukkan Anggota DPRD Sulsel Andi Edy Manaf nyaris diamuk petugas Gugus Tugas Covid-19 viral di media sosial.

Editor: Lailatun Niqmah
Istimewa/Kompas.com
Video viral anggota DPRD Sulsel, Andi Edy Manaf saat terlibat perselisihan dengan petugas covid di Kabupaten Bantaeng beredar luas di Medsos. 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah video yang menunjukkan Anggota DPRD Sulsel Andi Edy Manaf nyaris diamuk petugas Gugus Tugas Covid-19 viral di media sosial.

Edy mengaku dirinya sudah mengikuti aturan, tapi justru dibentak-bentak.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan nyaris dipukuli dan diviralkan.

Kisah Pemudik di Klaten Isolasi Diri di Bantaran Sungai Sambil Bersihkan Sampah yang Terbawa Arus

Menurut Edy, kejadian bermula saat dirinya pulang dari rumah saudaranya di Jeneponto melintas di Jalan Trans Sulawesi Selatan, Minggu (19/4/2020).

“Saya yang dibentak-bentak oleh petugas hingga nyaris diamuk, saya pula diviralkan di medsos. Dalam video itu, saya hanya menahan emosi meski banyak petugas yang hendak memukul."

"Bahkan, ada beberapa petugas yang sudah memukul mobilku bagian belakang dan depan. Mobil ku pun diteriaki petugas hendak dibakarnya,” kata Andi Edy kepada Kompas.com, Rabu (21/4/2020).

Dia mengaku telah mengikuti aturan dengan masukkan mobilnya ke tenda penyemprotan disinfektan.

Namun, petugas perempuan yang menggunakan pengeras suara terus berteriak-teriak memaksakan pengemudi dan penumpang turun.

Viral 2 Dokter di Wuhan yang Positif Virus Corona Kulitnya Berubah Jadi Hitam, In Penyebabnya

Yuli Warga Banten yang Tak Makan 2 Hari Meninggal Dunia: Satu Keluarga Hanya Minum Air Galon

“Saya sudah mengikuti perintah petugas turun dari mobil. Kemudian saya bilang tidak usah berteriak-teriak bu, kami sudah turun dan keluar dari mobil."

"Malah dia terus mengomel dan membentak-bentar hingga orang yang tak tahu persoalan datang dengan emosi hendak memukul kami. Beruntung ada petugas TNI dan Polisi yang melerai," ujarnya.

Setelah penyemprotan dan situasi kondusif, dirinya bergegas menuju ke Kabupaten Bulukumba.

Namun, petugas Covid-19 berpakaian preman kembali menghadang masuk kendaraanya ke Kabupaten Bulukumba.

“Itu petugas yang menghadang juga teriak-teriak mau membakar mobilku. Saya pun menahan emosi, meski saya dipaksa kembali ke Makassar."

"Sedangkan saya tidak mau ke Makassar, tapi mau ke Bulukumba."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved