Terkini Nasional
Pasca-mundurnya Belva Devara, Jokowi Pahami Alasan hingga Dapat Tantangan Debat Terbuka
Adamas Belva Delvara mengerimkan surat pengunduran dirinya dari posisi staf khusus milenial presiden Joko Widodo (Jokowi).
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sebab, masih perlu dilakukan penyidikan terkait MoU mitra pelaksana Kartu Prakerja yang dilakukan sebelum Peraturan teknis dikeluarkan Pemerintah.
• Update Virus Corona di Dunia 22 April Pagi: Total Kasus Lebihi 2,5 Juta, AS Tembus 816 Ribu Jiwa
Selain itu, Kartu Prakerja juga dinilai tidak menjawab persoalan krisis yang dihadapi, bahwa korban PHK lebih membutuhkan bantuan berupa bantuan langsung tunai dibandingkan dengan pelatihan online.
"Dibandingkan memberikan pelatihan online, lebih baik pemerintah memberikan subsidi internet selama 3-5 bulan kepada seluruh rakyat Indonesia sehingga masyarakat bisa mengakses konten pelatihan serupa di Youtube dan platform gratis lainnya," kata dia.
Tak Hanya Belva
Bhima pun berharap staf khusus milenial lainnya yang memiliki konflik kepentingan antara bisnis dan jabatan publik untuk mengikuti jejak Belva.
Selain Belva, ada enam staf khusus milenial lain yang dimiliki Presiden.
Keenamnya pun memiliki perusahaan sendiri yang berpotensi menciptakan konflik kepentingan.
Mereka yakni Andi Taufan Garuda Putra, Putri Indrasari Tanjung, Billy Mambrasar, Ayu Kartika Dewi, dan Aminuddin Ma'ruf.
Bhima menyarankan para stafsus milenial itu bisa memilih tetap menjadi staf Jokowi atau profesional melanjutkan bisnisnya masing-masing.
"Perjalanan karier kawan-kawan millenial masih cukup panjang, dan generasi milenial yang jumlahnya 90 juta orang di republik ini akan mengawasi setiap langkah kawan-kawan. Maka jagalah amanah ini dengan sebaik-baiknya," kata Bhima.
Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi juga menilai harusnya langkah mundur Belva diikuti oleh seluruh staf khusus milenial.
Sebab, ia menilai peran para staf khusus milenial ini tak terlalu dirasakan oleh publik.
Stafsus milenial yang kerap memunculkan polemik justru malah menjadi beban Presiden.
"Kurangi beban pemikiran Jokowi dalam penanganan wabah corona, sebaiknya semua staf khusus milenial mengundurkan diri semua. Jangan sampai Presiden sendiri yang meminta mundur," kata Ari.
Ari mencontohkan stafsus Andi Taufan yang baru-baru ini juga tersandung polemik terkait konflik kepentingan.