Virus Corona
Kesaksian Warga soal Pabrik Pengolahan Daging Babi yang Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di AS
Penyebaran Virus Corona Covid-19 di pabrik pengolan daging babi di South Dakota, Amerika Serikat disebut jadi klaster terbesar.
Editor: Lailatun Niqmah
"Makanan adalah bagian penting kehidupan dan lebih dari 40.000 tim kami, ribuan keluarga peternak dan jaringan pemasok lain adalah bagian penting dalam langkah tanggap negara dalam menghadapi Covid-19," kata CEO Smithfield Kenneth Sullivan dalam pernyataan lewat video yang dikeluarkan tanggal 19 Maret.
Sullivan menjelaskan alasan mengapa pabrik itu tetap buka, dan ia juga mengatakan mengambil langkah untuk melindungi karyawan dan konsumen.
Namun Julia tetap khawatir.
"Ada berita burung bahwa ada kasus sebelumnya dan bahwa ada orang yang masuk rumah sakit," katanya.
Julia tidak bekerja di pabrik itu. Ia adalah mahasiswa yang kuliah dari rumah menyusul ditutupnya sebagian besar universitas.
Kedua orang tua Julia bekerja di Smithfield dan mereka lah yang memberikan informasi apa yang terjadi di pabrik itu.
Julia adalah satu dari segelintir anak karyawan yang sudah dewasa dan paham akan apa yang terjadi.
Mereka menyebut diri sebagai Anak-anak Smithfield yang mengungkapkan apa yang terjadi pada orang tua mereka di tengah pandemi.
'Orang tua saya tak bisa bahasa Inggris dan tak ada yang bisa bantu'
Banyak pekerja pabrik adalah imigran.
"Orang tua saya tidak bisa berbahasa Inggris, dan mereka tidak bisa membantu diri mereka sendiri. Harus ada yang membantu mereka," kata Julia.
Sebagian besar karyawan Smithfield adalah imigran dan pengungsi termasuk dari Myanmar, Ethiophia, Nepal, Kongo dan El Salvador. Ada 80 bahasa berbeda yang digunakan di pabrik itu.
Gaji karyawan diperkirakan antara US$14-16 satu jam. Jam kerja mereka biasanya panjang dan mereka harus berdiri di lini produksi, dengan jarak yang sangat dekat antara satu dan yang lain.
Keluarga Julia, seperti warga lain di Siox Falls, melakukan apa yang mereka dapat lakukan untuk mencegah tertular Covid-19.
Orang tua Julia menggunakan waktu cuti mereka untuk tetap di rumah. Setelah bekerja mereka meletakkan sepatu di luar dan langsung mandi.