Breaking News:

Virus Corona

Penjelasan Ketum IDI terkait Adanya Perbedaan Data Kasus Virus Corona di Indonesia

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Daeng M. Faqih, memberikan penjelasan terkait kabar adanya perbedaan data kasus Virus Corona di Tanag Ai

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Youtube/Official iNews
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Daeng M. Faqih, memberikan penjelasan terkait kabar adanya perbedaan data kasus Virus Corona di Tanah Air 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Daeng M. Faqih, memberikan penjelasan terkait kabar adanya perbedaan data kasus Virus Corona di Tanah Air.

Dilansir TribunWow.com, Daeng Faqih mengatakan jika sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan.

Menurutnya, adanya perbedaan data Virus Corona disebabkan pada masalah penginputan dari pemerintah.

Petugas melakukan proses pemakaman jenazah korban virus corona (Covid-19) di sebuah Taman Pemakaman Umum (TPU), di Jakarta, Rabu (15/4/2020). Proses pemakaman korban positif Covid-19 maupun yang masih berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) harus mengikuti protokol kesehatan, yakni antara lain petugas mengenakan alat pelindung diri (APD), jenazah segera dikuburkan, dan keluarga yang hadir dibatasi seminimal mungkin. Terbaru, ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19.
Petugas melakukan proses pemakaman jenazah korban virus corona (Covid-19) di sebuah Taman Pemakaman Umum (TPU), di Jakarta, Rabu (15/4/2020). Proses pemakaman korban positif Covid-19 maupun yang masih berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) harus mengikuti protokol kesehatan, yakni antara lain petugas mengenakan alat pelindung diri (APD), jenazah segera dikuburkan, dan keluarga yang hadir dibatasi seminimal mungkin. Terbaru, ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19. (AFP/Bay Ismoyo)

Sebut Masih Ada Birokrasi Tak Penting di Tengah Corona, Pakar Kesehatan UI: Tak Perlu Lagi Izin PSBB

Daeng Faqih mengatakan bahwa pemerintah hanya menginput semua pasien yang sudah benar-benar terkonfirmasi positif, termasuk pasien yang dinyatakan meninggal dunia.

Namun permasalahannya yaitu ketika ada kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal.

Menurutnya, data yang disampaikan oleh pemerintah melalui Juru Bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto hanya menyampaikan pasien meninggal yang sudah positif Virus Corona.

Sedangkan pasien PDP yang meninggal yang jumlahnya juga cukup besar tentunya harus menunggu hasil PCR untuk bisa memastikan statusnya, sebelum pada akhirnya masuk dalam rekap data pemerintah.

Kondisi seperti inilah yang membuat adanya perbedaan data Virus Corona yang beredar di masyarakat.

Oleh karena itu, Daeng Faqih menyebut permasalahannya yaitu ada di pemeriksaan PCR yang dinilai masih lambat.

"Jadi yang diumumkan pemerintah itu adalah yang sudah terkonfirmasi positif, tetapi sejumlah orang yang meninggal yang mungkin jumlahnya cukup besar itu berstatus PDP, dan status PDP itu masih menunggu hasil pemeriksaan PCR, Daeng Faqih.

"Ini untuk menjadi evaluasi kita bersama, evaluasi bagi pemerintah ini menunjukan bahwa masih ada keterlambatan pemeriksaan PCR, jelasnya.

Simak videonya mulai menit ke-03.30:

Dianggap Terus Menutupi Data soal Corona, Jokowi Minta Semua Jajarannya Terbuka dalam Masalah Apapun

Minta Pemerintah Targetkan Kapan Virus Corona Selesai, dr. Pandu: Agustus Kita Harus Siap Merdeka

Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), dr. Pandu Biono meminta pemerintah bisa menargetkan kapan pandemi Virus Corona di Tanah Air bisa selesai.

Dilansir TribunWow.com, Pandu Biono mengaku pesimis dengan pemerintah jika tidak ada target yang jelas terkait penanganan Virus Corona atau Covid-19.

Halaman
12
Tags:
Virus CoronaCovid-19Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved