Breaking News:

Puasa Ramadan 2020

Deretan Cara supaya Tak Dehidrasi saat Puasa di Bulan Ramadan, Hindari Minum Air Banyak Sekaligus

Berikut beberapa tips menghindari dehidrasi saat berpuasa di bulan Ramadan dikutip dari The Star Online, Minggu (5/4/2020).

Editor: Atri Wahyu Mukti
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Air putih 

TRIBUNWOW.COM - Saat berpuasa pada bulan Ramadan, tubuh sering kekurangan cairan hingga menyebabkan dehidrasi.

Hal itu bisa terjadi akibat Anda kurang minum sebelum puasa.

Sedangkan, setiap orang minimal harus minum air minimal sebanyak delapan gelas per hari.

Buka Puasa
Buka Puasa (TribunWow.com/Rusintha Mahayu)

Dari Kemenag, Ini Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadan 2020/1441 H untuk Wilayah Surakarta

Dehidrasi dapat menyebabkan pusing, lesu, sakit kepala hingga kelelahan.

Berikut beberapa tips menghindari dehidrasi saat berpuasa di bulan Ramadan dikutip dari The Star Online, Minggu (5/4/2020).

1. Hindari minuman yang mengandung kafein

Saat sahur, hindarilah minum-minuman yang mengandung kafein seperti teh maupun kopi.

Kafein memiliki efek deuretik yang dapat meningkatkan produksi urin sehingga dapat membuang garam dan air dari tubuh.

Selain itu, kafein dapat meningkatkan rasa haus.

Sehingga, saat sahur dianjurkan minum air putih dengan kurma.

2. Berbuka puasa dengan banyak buah dan sayuran

Makan buah-buahan dan sayuran tidak hanya baik untuk kesehatan Anda, tetapi juga membantu menghindarkan dehidrasi.

Buah-buahan dan sayuran tertentu memiliki kandungan air yang tinggi.

Sehingga akan menyegarkan kembali tubuh Anda setelah seharian berpuasa.

Buah dan sayuran yang baik untuk dimakan selama puasa adalah semangka, mentimun, seledri, tomat, dan belimbing.

Buah-buah tersebut dapat membantu Anda tetap terhidrasi dengan kadar air yang tinggi.

Penderita Darah Tinggi Bisa Tetap Puasa Ramadan, Perhatikan Sejumlah Gejala dan Rutin Olahraga

3. Hindari makanan pedas atau asin

Makanan pedas dan asin dapat meningkatkan kebutuhan tubuh Anda akan air.

Jadi ketika sahur kurangilah porsi makanan yang bersifat pedas atau asin.

Saat memasak di bulan puasa, cobalah untuk tidak menggunakan terlalu banyak garam atau rempah-rempah terlalu banyak.

4. Hindari meminum air yang banyak sekaligus

Minum air yang banya dalam sekali waktu akan menyebabkan tubuh Anda segera mengeluarkannya.

Cara terbaik agar asupan air terjaga adalah sering-seringlah minum air ketika jam-jam tidak berbuka, seperti saat selepas magrib hingga sebelum sahur. 

Pastikan untuk mendapatkan air yang cukup selama jam-jam tidak berpuasa demi menghindari dehidrasi.

Ingin Puasa tapi Punya Penyakit Maag? Berikut 10 Tips Agar Tak Kambuh saat Jalani Ibadah Ramadan

5. Hindari paparan panas

Paparan panas matahari memang tidak bisa dihindari di iklim tropis sperti Indonesia.

Tetapi cobalah sebisa mungkin untuk menghindari panas

Temperatur yang panas dapat menyebabkan keringat, sehingga menyebabkan tubuh kehilangan cairan.

Cobalah untuk membatasi waktu Anda di luar ruangan dan tetap di tempat teduh atau lingkungan yang dingin.

Tips Puasa bagi Penderita Diabetes

Berikut tips menjalani puasa bagi penderita Diabetes dikutip dari Healthxchange.sg, Jumat (3/4/2020):

1. Sebelum Anda berpuasa, ketahuilah bahwa tidak ada paksaan untuk berpuasa ketika sakit. 

Surah Al Baqarah Ayat 184 - 185 menjelaskan bahwa puasa selama bulan Ramadan tidak wajib jika Anda memiliki penyakit kronis.  

Puasa juga tidak wajib jika dapat membahayakan hidup Anda (misalnya mengalami gagal ginjal atau tengah mengandung).

Anda dapat memberikan kontribusi kepada orang miskin atau yang membutuhkan sebagai pengganti puasa selama bulan Ramadan.

2. Berkosuntasilah dengan dokter 2 bulan sebelum Ramadan soal cara berpuasa dengan aman. 

Pergilah konsultasi ke dokter, apakah penyesuaian terhadap obat diabetes perlu dilakukan sebelumnya.

Selain itu, jangan berhenti minum obat diabetes tanpa anjuran dokter.

Puasa Bisa Bermanfaat bagi Kecantikan, Atasi Jerawat hingga Cegah Iritasi

3. Lakukan uji coba puasa sebelum Ramadan

Uji coba puasa sebelum Ramadan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah selama puasa Ramadan. 

Sebelum Anda melakukan uji coba puasa, diskusikanlah hal ini dengan dokter Anda.

4. Jangan lewatkan Sahur 

Anda tidak boleh melewatkan makan sahur.

Jika Anda tidak sahur maka Anda tidak boleh berpuasa.

Cobalah makan secukupnya untuk sahur dan minum minuman yang tidak mengandung gula. 

5. Cobalah untuk minum cairan yang cukup 

Minumlah cairan yang bebas gula selama sahur dan berbuka untuk mengisi kembali cairan yang hilang pada siang hari. 

Selain itu, minumlah air sebanyak 8 gelas sehari.

6. Pantau kadar glukosa darah saat Anda berpuasa

Periksalah apakah glukosa darah Anda dalam keadaan tinggi, rendah atau justru dehidrasi parah

Anda harus dapat mengenali kapan kadar glukosa darah Anda sedang tinggi, rendah atau dehidrasi parah.

7. Hentikan puasa dan gantikan pada hari lain saat Anda mengalami hal-hal berikut:

Tingkat glukosa darah

Glukosa darah <4,0 mmol / L selama puasa

Glukosa darah> 16 mmol / lL

Tanda-tanda hipoglikemia (glukosa darah rendah)

Perasaan tremor

Berkeringat

Palpitasi

Kelaparan

Pusing

Kebingungan

Gejala dehidrasi parah

Pusing (perasaan pingsan)

Kebingungan

8. Segera berbuka dan makanlah secukupnya

Berbuka puasa tidak harus ditunda.

Selain itu, cobalah untuk tidak makan berlebihan saat Anda berbuka puasa. 

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Tags:
PuasaRamadanDehidrasi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved