Virus Corona
Sinar Ultraviolet Bisa Matikan Virus Corona? Simak Penjelasan Dokter Penyakit Dalam Berikut Ini
Virus Corona disebut bisa mati jika terpapar sinar matahari karena kandungan ultraviolet.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Virus Corona disebut bisa mati jika terpapar sinar matahari karena kandungan ultraviolet.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Eka Ginanjar dalam acara Sapa Indonesia Pagi Kompas TV pada Selasa (14/4/2020) lantas memberi penjelasan.
Dalam kesempatan itu, pemirsa bertanya apakah Virus Corona bisa mati dengan lampu ultraviolet.
• Pemkab Deliserdang Mulai Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Corona, Catat Jadwalnya
Mulanya, Eka Ginanjar mengatakan bahwa Virus Corona yang berada di luar tubuh manusia itu memang akan lebih mudah mati.
Pasalnya, virus itu tidak memiliki inang.
"Jadi sekali lagi virus ini tidak akan bisa hidup lama di luar sel inangnya, sel inangnya adalah sel dari tubuh kita," kata Eka.
Sehingga, jika virus itu keluar dari tubuh maka virus akan mati, apalagi jika terpapar sinar matahari.
"Artinya kalau sel itu keluar dan ketika keluar itu terkena paparan udara dan sinar matahari dan suhu yang panas, suhu luar ini akan mati virusnya dengan sendirinya," ujarnya.
Meski demikian, matinya virus itu membutuhkan waktu bahkan hingga beberapa jam.
"Tapi membutuhkan waktu memang, ada tiga jam dengan lingkungan tertentu bisa sembilan jam dan sebagainya," ucap dia.
Sehingga, lampu ultraviolet juga bisa mempercepat matinya Virus Corona.
Namun, sekali lagi itu khusus di luar tubuh manusia.
• Waspada Gejala Baru Orang Terinfeksi Virus Corona, Kulit Merah dan Gatal-gatal
"Nah apa ultraviolet itu bisa mempercepat kematian Virus itu, iya tapi di luar tubuh."
"Sekali lagi kalau virus itu di dalam tubuh kita dia (virus) aman-aman saja," ungkapnya.
Lampu ultraviolet disebut bermaanfaat seperti disinfektan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/dokter-spesialis-penyakit-dalam-eka-ginanjar-dalam-acara.jpg)