Virus Corona
Effendi Gazali Ungkit Janji Jokowi soal Bantuan: Lagi-lagi Lewat Jubir Presiden Fadjroel Rachman
Effendi Gazali menagih janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal bantuan sosial terhadap masyarakat terdampak Virus Corona.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Pakar Telekomunikasi Politik, Effendi Gazali menagih janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal bantuan sosial terhadap masyarakat terdampak Virus Corona.
Effendi Gazali menyinggung soal bantuan yang belum semuanya sampai ke masyarakat.
Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (14/4/2020), mulanya Effendi Gazali sempat bertanya masalah tersebut pada Juru Bicara Presiden yang hadir, Fadjroel Rachman.
• Riza Patria Akui Sudah Diundang Anies Baswedan Bahas Corona dan Tugas Wagub DKI: Terkait PSBB
Effendi bertanya apakah para narapidana juga akan mendapat sembako.
"Nah ini yang belum Datuk Karni Ilyas, di ILC minggu lalu kita minta kepada Jubir Presiden karena Bapak Professor Yasonna Laoly sudah pulang."
"Bahwa saudara-saudara kita warga binaan dari lembaga pemasyarakatan yang dibebaskan ataupun yang mungkin mendapat penangguhan sementara lalu kembali ke rumahnya masing-masing itu juga dijamin setidaknya mendapat paket sembako dulu," kata Effendi.
Menurutnya hal ini penting mengingat narapidana tersebut juga tak memiliki pekerjaan setelah dilepas atau dilepas sementara oleh pemerintah.
Selain itu, ia menyinggung soal adanya dana yang tak terpakai akibat puluhan ribu narapidana dilepas.
"Saya tidak tahu ini sudah terlaksana apa belum. Ini penting loh karena sekali lagi antara lain disampaikan oleh Pak Menteri dengan Dirjen pada waktu itu di sini, ketika saudara-saudara kita dikembalikan ke keluarganya barangkali hemat Rp 250 Milyar? Oh nggak bisa dong,' ungkapnya.
Pengamat 53 tahun tersebut menilai bahwa pemerintah tak bisa begitu saja hemat uang akibat melepas sebagian narapidana.
Pemerintah juga harus menjamin kebutuhan dasar para narapidana setelah dilepas.
"Bukan hematnya saja, tetapi mereka ketika kembali ke keluarganya karena pembebasan atau penangguhan sementara harus juga dijamin mendapatkan bantuan sosial dan sembako sesuai dengan Bapak Presiden," kata dia.
• Pembagian Bantuan Sosial Belum Merata, Anies Baswedan Sebut akan Terus Perbaiki Data Penerima
Kemudian, Effendi menyinggung lagi Fadjroel Rachman untuk menjawab apakah bantuan itu akan segera turun.
"Di ILC minggu lalu kita juga minta, lagi-lagi melalui Jubir Presiden Bapak Fadjroel Rachman agar betul-betul segera turun."
"Segera bantuan-bantuan dari Presiden, dan betul-betul dijanjikan pada waktu itu tanggal 9 April," kata dia.
Lalu, ia setuju dengan apa yang diungkapkan pembawa acara ILC, Karni Ilyas di acara Editorial bahwa soal bantuan ini tak hanya masalah janji.
"Nah lalu saya lihat Editorial tanggal 13 (April) itu, persis ini yang mau saya bicarakan, Datuk Karni Ilyas mengatakan bahwa ini kita harus bayangkan ini bukan hanya persoalan janji."
"Tapi bagaiamana kecepatan setelah janji itu dan itu sampai ke orang-orang yang membutuhkan," ungkap Effendi.
Apalagi pejabat tak merasakan apa yang dialami rakyat kurang mampu.
"Kita yang berjanji ini enggak ngalamin seperti mereka," lanjutnya.
Lalu, Effendi mengucapkan terima kasihnya pada Gugus Tugas Penanganan Virus Corona dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
"Saya mau mengambil contoh ya dengan segala hormat sekali lagi terima kasih Gugus Tugas, Bapak Gubernur," ucapnya.
• Update Virus Corona di Indonesia Rabu 15 April: Bertambah 297 Kasus, Total Pasien Positif 5.136 Jiwa
Namun, bantuan yang sudah tersalur itu masih jauh dari target penerima bantuan.
"Sampai pada hari ketiga Jumat, Sabtu, Minggu PSBB itu yang baru terbagi baru 29.831 paket."
"Hari ini katanya 78.754 paket, saya enggak tahu apakah itu setiap hari 78.754 paket atau totalnya 78.754 paket."
"Yang akan kita kejar kan 1,2 juta di Jakarta, ini sekali kasih atau dalam rangka 600 ribu per bulan agak enggak jelas ini," kata Effendi.
Lihat videonya mulai menit ke-2:49:
Jokowi Jamin Bantuan Bukan Omong Kosong
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan statement tegas terkait masalah bantuan untuk warga terdampak Virus Corona (Covid-19).
Pernyataan tersebut ia keluarkan saat mengadakan Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Senin (13/4/2020).
Pada kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan akan menjamin pada minggu ini, seluruh bantuan kepada masyarakat akan tersalurkan.

• Sempat Viral, Kini Polisi Telah Amankan Oknum Driver Ojol yang Provokasi Berlaku Beringas
Dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/4/2020), awalnya Jokowi menyampaikan instruksinya kepada Menteri Sosial Juliari Batubara, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Jokowi mengatakan dirinya ingin agar dalam kurun waktu tujuh hari, terhitung sejak Senin (13/4/2020), seluruh bantuan sosial yang dicanangkan oleh pemerintah, agar segera berjalan.
"Yang berkaitan dengan dampak sosial ekonomi," kata Jokowi.
"Saya minta menteri sosial, menteri keuangan, minggu ini semuanya harus bisa jalan," lanjutnya.
Jokowi mengatakan situasi Indonesia kini sudah amat mendesak.
Ia lalu memaparkan sejumlah program bantuan yang harus segera berjalan.
Program-program tersebut di antaranya adalah Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial langsung, Kartu Sembako, dan pembagian sembako di daerah Jabodetabek.
Jokowi kembali menekankan agar semua bantuan tersebut bisa dijalankan minggu ini.
"Semuanya harus jalan minggu ini," tegasnya.
Presiden yang menjabat di periodenya yang kedua itu, lanjut bercerita mengenai kondisi masyarakat yang sudah sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah.
Jokowi juga tak ingin negara dicap hanya membual soal bantuan-bantuan untuk warga terdampak Covid-19.
"Saya turun ke bawah kemarin, saya melihat bahwa kebutuhan itu sudah ditunggu oleh masyarakat, jangan nanti di bawah melihat bahwa kita hanya omong saja, tetapi barangnya tidak sampai ke rakyat, ke masyarakat," paparnya.
Simak videonya mula menit ke-5.20:
(TribunWow.com/Mariah Gipty/Anung)