Virus Corona
Jokowi Jamin PKH, Kartu Prakerja, dan Bansos Bukan Omong Kosong: Semuanya Harus Jalan Minggu Ini
Presiden RI Joko Widodo memastikan bantuan dari pemerintah bukan akan segera turun, dan sampai ke masyarakat.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan statement tegas terkait masalah bantuan untuk warga terdampak Virus Corona (Covid-19).
Pernyataan tersebut ia keluarkan saat mengadakan Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Senin (13/4/2020).
Pada kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan akan menjamin pada minggu ini, seluruh bantuan kepada masyarakat akan tersalurkan.
• Sempat Viral, Kini Polisi Telah Amankan Oknum Driver Ojol yang Provokasi Berlaku Beringas
Dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/4/2020), awalnya Jokowi menyampaikan instruksinya kepada Menteri Sosial Juliari Batubara, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Jokowi mengatakan dirinya ingin agar dalam kurun waktu tujuh hari, terhitung sejak Senin (13/4/2020), seluruh bantuan sosial yang dicanangkan oleh pemerintah, agar segera berjalan.
"Yang berkaitan dengan dampak sosial ekonomi," kata Jokowi.
"Saya minta menteri sosial, menteri keuangan, minggu ini semuanya harus bisa jalan," lanjutnya.
Jokowi mengatakan situasi Indonesia kini sudah amat mendesak.
Ia lalu memaparkan sejumlah program bantuan yang harus segera berjalan.
Program-program tersebut di antaranya adalah Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial langsung, Kartu Sembako, dan pembagian sembako di daerah Jabodetabek.
Jokowi kembali menekankan agar semua bantuan tersebut bisa dijalankan minggu ini.
"Semuanya harus jalan minggu ini," tegasnya.
Presiden yang menjabat di periodenya yang kedua itu, lanjut bercerita mengenai kondisi masyarakat yang sudah sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah.
Jokowi juga tak ingin negara dicap hanya membual soal bantuan-bantuan untuk warga terdampak Covid-19.
"Saya turun ke bawah kemarin, saya melihat bahwa kebutuhan itu sudah ditunggu oleh masyarakat, jangan nanti di bawah melihat bahwa kita hanya omong saja, tetapi barangnya tidak sampai ke rakyat, ke masyarakat," paparnya.
• Fakta Polisi yang Viral karena Ludahi Pengendara Mobil di Medan, Kapolres Langsung Minta Maaf
Tumbuhkan Gotong Royong
Kemudian Jokowi juga menyinggung soal sifat gotong royong di tengah pandemi Covid-19.
Ia mengatakan seberapa pentingnya menumbuhkan sifat tersebut di tengah pandemi Covid-19.
"Gotong royong, partisipasi, saling membantu itu bisa ditumbuhkan dari bawah, ini penting sekali," ujar Jokowi.
Ia lalu mencontohkan kerukunan masyarakat di sebuah daerah yang ada di Cimahi.
Mereka saling membantu tetangganya yang harus melakukan isolasi akibat positif Virus Corona.
Hal seperti itulah yang diharapkan oleh Jokowi untuk memperlakukan tetangga, ketika misalnya ada yang terdampak Covid-19.
Jokowi juga meminta masyarakat tidak lantas mengucilkan tetangga yang terpapar Virus Corona.
"Saya sangat senang sekali kemarin, misalnya di Cimahi, kerukunan antar tetangga sangat baik, jadi yang positif diisolasi, tetapi tetangganya membantu," kata Jokowi.
"Hal seperti ini, kegotongroyongan seperti ini yang harus kita terus kita gaungkan, sehingga benar-benar kalau ada isolasi mandiri kalau ada pasien positif yang ada di sebuah kampung bukan malah dikucilkan, tetapi kanan-kirinya bisa tolong menolong," pungkasnya.
Simak videonya mula menit ke-5.20:
Ojol Keluhkan Tak Dapat Bansos
Dodo, seorang driver Ojol yang sempat bermalam di emperan ruko bersama keluarganya, mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.
Dikutip dari YouTube Talk Show tvOne, Kamis (9/4/2020), awalnya presenter acara 'DI BALIK WABAH CORONA', menanyakan tentang adakah langkah dari pemerintah untuk membantu Dodo.
Dodo menjawab pasca wabah Covid-19 menyebabkan penghasilannya menurun, dan sempat diusir dari kontrakan, belum ada pihak pemerintah yang menghubungi dirinya.
"Untuk saat ini belum ada, belum ada yang menghubungi," kata Dodo.
Dodo sendiri menjelaskan dirinya juga belum berkomunikasi dengan pemerintah.
Ia berasumsi permintaannya tidak akan didengar oleh pemerintah, sebab dirinya pernah mengalami kejadian serupa.
"Saya enggak sempat menanyakan apa saya bakal dapat apa enggak," kata Dodo.
"Soalnya karena saya di tempat yang lama pun, saya melaporkan bahwa saya warga sini pun enggak bakal direspons," lanjutnya.
Dodo sendiri mengakui dirinya tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta.
Ia mengatakan dirinya berasal dari Jawa Tengah, namun berdomisili di Jakarta.
Ketika ditanya berapa kisaran bantuan yang kira-kira diperlukan olehnya, Dodo sempat bingung menjawab.
Ia mengatakan yang penting adalah cukup untuk menghidup kebutuhannya.
"Bisa Rp 500 (ribu) mungkin cukup untuk saya," kata Dodo.
Presenter Gina Fita lalu menanyakan apa alasan Dodo enggan menanyakan kepastian bantuan dari pemerintah.
Dodod mengatakan ia ingin dari pihak RT aktif berkoordinasi dengan warga setempat.
"Dari pihak RT harusnya nyamperin penghuni kontrakan kan," kata Dodo.
"Maunya saya dia harus tetap nyamperin tiap-tiap kontrakan."
"Jadi enggak perlu saya harus melapor," lanjutnya.
Dodo merasa apabila melapor, dirinya juga tetap tidak akan mendapat bantuan dari pemerintah.
Hal tersebut ia katakan berdasarkan tetangganya yang pernah melapor untuk mendapat bantuan, namun pada akhirnya tidak tersampaikan.
"Saya melapor pun, saya enggak bakal dapat," kata Dodo.
"Karena yang ngalamin sudah-sudah juga begitu," lanjutnya.
Dodo menilai bantuan yang disalrukan masih pilih-pilih siapa yang akan menerimanya.
"Ibaratnya kalau bagi saya cuma lihat-lihat orang, memilih-milih orang untuk membagikan bantuan itu," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Dodo adalah seorang driver Ojol yang kehidupannya berubah drastis setelah wabah Covid-19 menyebar di Jakarta.
Ia bersama istri, dan kedua anaknya bahkan pernah terpaksa bermalam di sebuah emperan ruko di wilayah Grand Depok City, lantaran diusir dari kontrakan tempatnya tinggal.
Namun beruntung nasib Dodo kini telah membaik.
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/4/2020), berkat simpati dari pengemudi Ojol lain, ia dan keluarganya telah kembali ke kontrakan.
"Ada driver anak Depok kalau tidak salah dari Gang Bakti dia nyamperin saya ke base camp Margonda. Dia minta izin diantar ke rumah yang lama, saya bilang ya sudah kalau mau ke sana saya anterin," kata Dodo saat dihubungi Rabu (8/4/2020) petang.
Dodo mengatakan pengemudi Ojol yang ia temui tersebut dengan sukarela melunasi biaya kontrakan Dodo.
"Sampai di sana saya panggil yang punya kontrakan, driver ojol ini yang urus kekurangan sampai lunas," kata Dodo.
"Sekarang saya sudah balik lagi ke rumah yang lama," sambung Dodo.
• Driver Ojol Menangis Cerita Berjuang Hidupi Keluarga di Tengah Corona, Sempat Tidur di Emperan Ruko
Simak videonya mulai menit ke-4.05:
(TribunWow.com/Anung)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/presiden-ri-joko-widodosenin-1342020.jpg)