Virus Corona
Di ILC, Refly Harun Kritik Yasonna Laoly hingga Singgung Jubir Jokowi: Fadjroel Rachman Jangan Marah
Pakar Tata Hukum Negara, Refly Harun mengungkapkan kritik bagi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
Seperti krisis ekonomi pada tahun 1998 maupun 2008.
"Ada politisi yang berkirim surat kepada Presiden mengatakan, kalau soal ekonomi itu sudahlah ada hukumnya nanti, suatu saat ada economical recovery."
"Tahun 98' kita krisis, tahun 2008 kita krisis dan ternyata kita bisa reborn," ujar Refly Harun.
Sedangkan, jika manusia tak diselamatkan tak menutup kemungkinan manusia dapat musnah.
"Jadi akan ada economical recovery, karena itu hukum alam kalau enggak kan umat manusia akan musnah kalau begitu kalau down, jangan-jangan kiamat nantinya," lanjutnya.
• Di ILC, Saor Siagian Singgung Wacana Lockdown dari Anies: Yang Dilakukan Selalu Ditarik ke Politik
Apalagi, nyawa manusia bukan seperti ekonomi yang bisa tumbuh kembali.
"Tapi nyawa manusia tidak bisa recovery, kalau nyawa mati ya sudah selesai, dan saya merasa kritik pertama penanganan Covid-19 ini penanganan angka-angka," ujar pria 50 tahun tersebut.
Menurutnya, yang menjadi sorotan soal penanganan Virus Corona hanya kuantitas, seperti jumlah pasien terjangkit, pasien sembuh dan lain-lain.
Padahal Refly Harun menilai seharusnya yang diatasi adalah penyebarannya.
Ia mengatakan bahwa pemerintah belum tegas mengatasi masalah penyebaran Virus Corona tersebut.
"Hari ini angka kita naik lalu turun, lalu naik, turun, naik, turun dan sebagianya."
"Kan sebab utamanya yang harus di-address (sasaran), yang harus dijawab, kan itu belum ada jawaban tegas dan jelas," kritiknya.
• Bahas Corona, Saor Siagian Khawatir dengan Karni Ilyas hingga Narasumber Lain Tertawa: Saya Serius
Lalu, ia mengungkap bahwa tugas pertama negara khususnya pemerintah adalah melindungi rakyatnya seperti yang termaktub dalam Tujuan Negara Republik Indonesia sesuai UUD 1945
"Yang kedua kita juga sepakat bahwa negara terutama pemerintah mempunyai tugas konstitusional pertama untuk melindungi rakyat Indonesia dulu, baru mensejahterakan, baru mencerdasakan, baru ikut perdamaian dunia."
"Jadi melindungi itu at the first place, jadi at all cost harusnya kita berpikir untuk melindungi itu," jelas dia.
Sehingga, Refly menyimpulkan bahwa masalah nyawa lebih penting dari apapun.
"Nah kalau itu kita sepakati maka langkah-langkah pemerintah harusnya mencerminkan hal seperti itu," pungkasnya. (TribunWow.com/Mariah Gipty)
BACA JUGA Di ILC, Refly Harun Kritik Yasonna Laoly hingga Singgung Jubir Jokowi: Fadjroel Rachman Jangan Marah