Puasa Ramadan 2020
Jenis Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari saat Berbuka Puasa: Kurangi Gorengan
Anda harus pintar-pintar memilah makanan saat berbuka untuk mengisi energi yang hilang saat puasa.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pada bulan Ramadan, setiap Muslim diwajibkan puasa hingga lebih dari sepuluh jam.
Meski berpuasa, Anda jangan sampai kehilangan asupan gizi.
Selain itu, jangan sampai kesehatan Anda terganggu waktu puasa.
• Ini Bahaya Makan Kekenyangan saat Berbuka Puasa dan Cara Menghindarinya, Pastikan Selalu Sahur
Sehingga, Anda harus pintar-pintar memilah makanan saat berbuka untuk mengisi energi yang hilang saat puasa.
Namun, adapula beberapa makanan yang ternyata harus Anda hindari karena justru tak baik bagi tubuh.
Berikut makanan yang dianjurkan saat berbuka dikutip dari Khaleej Times, Selasa (6/4/2020):
1. Buah yang kaya kalium
Kurma adalah sumber nutrisi dan makanan yang sangat baik untuk berbuka puasa
Kurma tidak hanya membantu Anda terhidrasi dengan cepat, tetapi memberi Anda energi secara instan setelah berpuasa.
2. Cairan yang cukup
Minumlah jus buah atau air sebanyak mungkin saat berbuka dan sebelum tidur untuk menghindari dehidrasi
3. Kacang Almon
Kacang almon mengandung lemak yang baik dan penting bagi kesehatan terutama setelah berpuasa.
Kacang almon juga bahan makanan yang sempurna untuk membantu Anda merasa kenyang dan terkendali, tanpa perlu makan yang sangat banyak.
• 7 Langkah Tetap Produktif saat Puasa Ramadan, Mulai dari Siapkan Sahur sampai Tidur Siang
4. Makan Makanan Berserat
Ketimun, selada, dan sayuran lainnya kaya akan serat dan memiliki sifat hidrasi yang baik.
Sayuran tidak hanya membantu tubuh Anda terasa akan segar, tetapi juga merupakan pilihan yang bagus untuk menjaga kulit Anda tetap sehat saat berpuasa.
Selain itu, sayuran juga dapat menghindari sembelit selama bulan Ramadan.
Berikut makanan yang dihindari saat berbuka:
1. Minuman berkarbonasi
Hindari minum minuman olahan dan minuman berkarbonasi.
Gunakan air biasa atau air kelapa untuk melegakan dahaga Anda.
• Berikut Panduan Ibadah Puasa Ramadan 2020 dan Idul Fitri saat Wabah Virus Corona dari Kemenag
2. Makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng dan mengandung minyak seperti gorengan harus dihindari.
Hindari juga kari berminyak dan kue kering berminyak agar mendapat manfaat yang maksimal bagi tubuh Anda selama bulan Ramadan.
3. Makanan tinggi gula
Makanan tinggi gula seperti permen hingga coklat harus Anda dihindari.
Makanan-makanan manis tersebut adalah penyebab kenaikan berat badan secara cepat.
Selain itu dapat menyebabkan penyakit sepeti diabetes jika dikonsumsi setiap hari.

Tips agar Terhindar Dehidrasi saat Berpuasa
Saat berpuasa pada bulan Ramadan, tubuh sering kekurangan cairan hingga menyebabkan dehidrasi.
Hal itu bisa terjadi akibat Anda kurang minum sebelum puasa.
Sedangkan, setiap orang minimal harus minum air minimal sebanyak delapan gelas per hari.
• Tetap Bekerja saat Ramadan? Berikut 7 Tips agar Tetap Semangat meski Berpuasa Penuh
Dehidrasi dapat menyebabkan pusing, lesu, sakit kepala hingga kelelahan.
Berikut beberapa tips menghindari dehidrasi saat berpuasa di bulan Ramadan dikutip dari The Star Online, Minggu (5/4/2020).
1. Hindari minuman yang mengandung kafein
Saat sahur, hindarilah minum-minuman yang mengandung kafein seperti teh maupun kopi.
Kafein memiliki efek deuretik yang dapat meningkatkan produksi urin sehingga dapat membuang garam dan air dari tubuh.
Selain itu, kafein dapat meningkatkan rasa haus.
Sehingga, saat sahur dianjurkan minum air putih dengan kurma.
• Segera Hentikan Puasamu jika 6 Tanda Ini Terjadi di Tubuhmu, Jangan Paksakan!
2. Berbuka puasa dengan banyak buah dan sayuran
Makan buah-buahan dan sayuran tidak hanya baik untuk kesehatan Anda, tetapi juga membantu menghindarkan dehidrasi.
Buah-buahan dan sayuran tertentu memiliki kandungan air yang tinggi.
Sehingga akan menyegarkan kembali tubuh Anda setelah seharian berpuasa.
Buah dan sayuran yang baik untuk dimakan selama puasa adalah semangka, mentimun, seledri, tomat, dan belimbing.
Buah-buah tersebut dapat membantu Anda tetap terhidrasi dengan kadar air yang tinggi.
3. Hindari makanan pedas atau asin
Makanan pedas dan asin dapat meningkatkan kebutuhan tubuh Anda akan air.
Jadi ketika sahur kurangilah porsi makanan yang bersifat pedas atau asin.
Saat memasak di bulan puasa, cobalah untuk tidak menggunakan terlalu banyak garam atau rempah-rempah terlalu banyak.

• Tips untuk Ibu Hamil yang Jalankan Puasa Ramadan, Waspadai Kondisi Tubuh Berikut
4. Hindari meminum air yang banyak sekaligus
Minum air yang banya dalam sekali waktu akan menyebabkan tubuh Anda segera mengeluarkannya.
Cara terbaik agar asupan air terjaga adalah sering-seringlah minum air ketika jam-jam tidak berbuka, seperti saat selepas Magrib hingga sebelum sahur.
Pastikan untuk mendapatkan air yang cukup selama jam-jam tidak berpuasa demi menghindari dehidrasi.
5. Hindari paparan panas
Paparan panas matahari memang tidak bisa dihindari di iklim tropis seperti Indonesia.
Tetapi cobalah sebisa mungkin untuk menghindari panas.
Temperatur yang panas dapat menyebabkan keringat, sehingga menyebabkan tubuh kehilangan cairan.
Cobalah untuk membatasi waktu Anda di luar ruangan dan tetap di tempat teduh atau lingkungan yang dingin.(TribunWow.com/Mariah Gipty)