Breaking News:

Virus Corona

WHO Tengah Uji soal Pemakaian Masker, Apakah Benar Bisa Memperlambat Penyebaran Virus Corona?

Apakah memakai masker wajah memang bisa memperlambat penyebaran Virus Corona?

Editor: Ananda Putri Octaviani
Warta Kota
Sejumlah penjual masker di Pasar Proyek, Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, diserbu warga pada Senin (2/3/2020) siang. 

TRIBUNWOW.COM - Apakah memakai masker wajah memang bisa memperlambat penyebaran Virus Corona?

Pertanyaan ini akan diuji oleh satu panel ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Panel ini akan menimbang riset yang menguji apakah virus ini bisa terlontar atau terlempar lebih jauh daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Ilustrasi - Seorang warga di Cianjur, Jawa Barat, tengah mengenakan masker.
Ilustrasi - Seorang warga di Cianjur, Jawa Barat, tengah mengenakan masker. (KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)

Di Amerika Serikat, Gedung Putih akan segera menganjurkan warga Amerika yang tinggal di daerah yang parah terjangkit untuk memakai masker kain atau syal di depan umum.

Presiden Donald Trump mengatakan, "Anjuran ini tidak wajib, bila orang ingin pakai, silakan pakai."

UPDATE Virus Corona di Sumut: Medan, Tanjungbalai, dan Deliserdang Masuk Zona Merah Covid-19

Warga di kota New York, kota terparah di Amerika Serikat, didesak menutup wajah di depan publik tapi tidak memakai masker bedah.

Jumlah kematian di Amerika Serikat paling tidak 6.000 orang.

Satu kajian di Amerika Serikat menyebut virus bisa terlontar sejauh enam meter saat batuk, dan delapan meter saat bersin.

Kepala panel Profesor David Heymann, mengatakan kepada BBC News bahwa riset baru bisa mengarah pada perubahan dalam panduan pemakaian masker.

Bekas direktur WHO ini menjelaskan, "WHO sedang membuka diskusi lagi dengan melihat bukti baru apakah perlu ada perubahan dalam panduan penggunaan masker."

Apa panduan memakai masker saat ini?

Para penumpang menggunakan masker kesehatan saat menumpang KRL Commuterline rute Serpong-Tanah Abang di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020). Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta memaparkan secara internal potensi risiko kontaminasi terbesar virus corona atau Covid-19 terjadi di dalam KRL, terutama rute Bogor-Jakarta Kota. Warta Kota/Alex Suban
Para penumpang menggunakan masker kesehatan saat menumpang KRL Commuterline rute Serpong-Tanah Abang di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020). Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta memaparkan secara internal potensi risiko kontaminasi terbesar virus corona atau Covid-19 terjadi di dalam KRL, terutama rute Bogor-Jakarta Kota. Warta Kota/Alex Suban (Alex Suban/Alex Suban)

WHO menyarankan untuk menjaga jarak sekurangnya satu meter dari siapa pun yang batuk dan bersin, untuk menghindar dari risiko infeksi.

Mereka mengatakan orang sakit dan bergejala perlu memakai masker.

Namun mereka menyarankan agar orang yang sehat hanya perlu memakainya jika mereka merawat orang yang dicurigai terinfeksi atau mereka sendiri batuk atau bersin-bersin.

Diskusi Ganjar dengan Kyai dan Dokter soal Jenazah Pasien Corona: Menolak Dosa Hukumnya

WHO menekankan bahwa masker hanya efektif apabila dikombinasikan dengan mencuci tangan secara rutin dan masker itu digunakan dan dibuang sesudah pemakaian.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
Tags:
World Health Organization (WHO)MaskerVirus CoronaCoronaCovid-19
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved