Virus Corona
Pergerakan Masyarakat dari Jakarta ke Luar Daerah Makin Meningkat meski Ada Imbauan Tak Mudik
Arus pergerakan masyarakat dari DKI Jakarta ke luar daerah masih terus berlangsung dan malah kian bertambah.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Wahyuningsih, seorang pemudik asal Jakarta menuturkan bahwa ia telah mendapat imbauan singgah ke posko Gugus Tugas Covid-19, untuk didata dan diperiksa sebelum memasuki Kota Pekalongan.
"Nanti kalau pulang suruh mampir ke Posko Siwalan biar disemprot gitu," ujar Wahyuningsih.
"Dari Jakarta mau pulang ke Pekalongan," jelasnya saat ditanya mengenai asal dan tujuan perjalanannya.
Anies Khawatir Mobilisasi Masyarakat ke Luar Jakarta
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa cemas terhadap mobilitas masyarakat dari Jakarta ke luar daerah yang dapat meningkatkan potensi penyebaran Virus Corona.
Meskipun untuk menanggulangi penyebaran Virus Corona tersebut, Pemprov DKI Jakarta sudah mengeluarkan berbagai aturan dan larangan terkait pencegahan penularan Covid-19 di masyarakat.
Sejak awal bulan Maret, pemprov telah meliburkan sejumlah sekolah, mempekerjakan aparat sipil di rumah, mengurangi operasional kendaraan umum, dan lain-lain.
Dalam sebuah rapat terbatas melalui panggilan video yang diunggah KompasTV, Kamis (2/4/2020), Anies menyampaikan kekhawatirannya tersebut pada Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
"Kami terus terang khawatir mengenai pergerakan orang dari Jakarta ke luar dari kawasan Jakarta," ujar Anies.
Anies lalu menyampaikan karena adanya kekhawatiran tersebut, pihaknya telah menutup terminal antar-kota dan sejumlah kendaraan umum.
"Karena itu senin kemarin, kami mengeluarkan surat untuk menutup Terminal Antar Kota, kemudian bus antar kota, lalu juga kendaraan umum antar-kota untuk dihentikan," jelas Anies.
• UPDATE Virus Corona 4 April 2020: 800 Ribu Kasus di Dunia, Kematian Terbanyak Terjadi di Italia
Ia mengatakan hal tersebut patut menjadi pertimbangan pemerintah pusat, karena potensi penyebaran virus dari warga Jakarta ke daerah-daerah lain sangat tinggi.
Menanggapi hal tersebut Ma'ruf Amin mengingatkan akan adanya konsekuensi yang dihadapi Pemprov DKI Jakarta apabila penutupan terminal dan pelarangan angkutan antra kota tersebut diberlakukan.
• Cara Mengecek Listrik di Rumah Anda untuk Dapat Token Gratis atau Subsidi dari PLN, Cermati Kodenya
"Tentu kalau orang ini bisa dihambat, tentu ada konsekuensi-konsekuensi lain, seperti misalnya bantuan untuk mereka bila tidak pulang, berati bebannya ada pada DKI," kata Ma'ruf.
Anies membenarkan hal tersebut, ia kemudian mengungkapkan mengenai kesulitan pemprov DKI untuk mendata mana saja masyarakat yang membutuhkan bantuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pemudik-dari-jakarta-yang-melewati-cirebon-makin-meningkat.jpg)