Virus Corona
Hasil Rapid Test Positif, Seorang Pemudik dari Surabaya Jadi PDP di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo
Seorang pemudik dari Surabaya kini menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.
Editor: Lailatun Niqmah
Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, sejumlah akses menuju kampung tersebut langsung ditutup dengan bambu oleh warga sehingga pengendara tidak bisa melintas.
Hal tersebut untuk membatasi mobilitas warga dan memantau siapa saja yang keluar masuk perkampungan.
Mengingat warga syok mendapati ada anggota warganya yang merupakan perantauan dari Surabaya didapati positif Covid-19 setelah mendapa perawatan intensif sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Agus Santosa mengapresiasi langkah sigap warga yang menerapkan sistem monitoring di perkampungan Desa Juron, Kecamatan Nguter tersebut.
• PENGUMUMAN - Penumpang Citilink Jakarta-Pangkal Pinang 18 Maret Diminta Periksa Diri terkait Corona
Apalagi Pemkab Sukoharjo tengah serius memerangi penyebaran Covid-19 usai penetapan KLB oleh Bupati Wardoyo Wijaya 23 Maret.
"Isolasi lokal dibutuhkan sebagai pembatasan sosial skala besar di kampung," Terangnya kepada TribunSolo.com, Jumat (3/4/2020).
"Kalau stay at home itu kan tingkatnya di keluarga," katanya menekankan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, selain stay at home dan social distancing, sejumlah program tengah digalakan seperti phisical distancing.
Menurutnya dengan langkah itu warga bisa melakukan pengawasan dan pendataan jika ada orang asing atau orang dari perantauan yang mudik ke kampung halamannya tiba.
Namun demikian, dia juga meminta kepada warga untuk tetap memberlakukan protokol kesehatan, serta menjaga norma dan etika.
"Orang yang tiba ini nanti akan didata diawasi oleh gugus tugas tingkat RT/RW hingga camat," imbuhnya.
Bagi para perantau yang tiba, dia meminta dengan kesadaran sendiri melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
"Kalau merasa badannya kurang sehat, muncul gejala demam, batuk dan pilek langsung memeriksakan diri ke klinik terdekat," katanya.
Dia juga meminta warga yang masih berada di perantauan agar tidak pulang dahulu untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
"Tunda mudik untuk memutus mata rantai penularan Covid-19," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona.jpg)