Virus Corona
Dokter Pengungkap Virus Corona di Wuhan Dikabarkan Menghilang secara Misterius, Ini Kronologinya
Menjadi salah satu dokter yang mengungkap adanya Virus Corona di Wuhan, China, dokter Ai Fen kini dikabarkan menghilang tiba-tiba.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Dokter yang mengungkap adanya Virus Corona di Wuhan, China, dokter Ai Fen kini dikabarkan menghilang tiba-tiba.
Sejumlah spekulasi berkembang di kalangan masyarakat, ditakutkan Ai Fen saat ini hilang karena ditahan oleh pihak tertentu.
Ai Fen menjadi perhatian masyarakat internasional setelah mengutarakan persekusi yang dialaminya saat pertama kali menyuarakan adanya patogen baru di Wuhan.
• Beberkan Masalah RS dalam Tangani Pasien Covid-19, Dokter Tirta: Kayak Main PUBG Lupa Bawa Senjata
Ai Fen diberi julukan "The Whistle-Giver" atau si pemberi peringatan atas aksi beraninya menyuarakan fakta tersebut.
Dilansir ibttimes.com, Kamis (2/4/2020), kronologi kejadian dimulai saat Desember 2019, saat Ai Fen menemukan adanya kasus infeksi paru-paru dari pasien yang bekerja di Pasar Makanan Laut Huanan, Wuhan.
Pada Senin (30/12/2019), Ai Fen melihat meningkatnya pasien dengan gejala mirip flu, namun tak kunjung sembuh setelah ditangani dnegan pengobatan biasa.
Dia kemudian mendapatkan hasil laboratorium, dengan satu di antaranya mencantumkan sebuah kalimat yang membuatnya berkeringat dingin, "SARS coronavirus".
Seketika dia langsung melingkari kata SARS, mengambil foto, dan segera mengirimkannya kepada mantan teman sekelas di jurusan kedokteran yang bekerja di rumah sakit lain.
Dia juga sampai memanggil koleganya dari departemen pernapasan yang kebetulan tengah melintas.
"Saya katakan salah satu pasiennya terinfeksi virus mirip SARS," ujar Ai Fen.
• Kiprah Dokter Tirta Perangi Virus Corona, Habiskan Dana Sekitar Rp 300 Juta hingga Semprot Terminal
Rekan sejawatnya dr. Li Wenliang, kemudian menyebarkan peringatan melalui media WeChat yang mengimbau rekan-rekan dokter yang lain untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk menghindari penularan infeksi dari pasien yang berasal dari pasar tersebut.
Dalam pesannya, Li menyebutkan bahwa penyakit tersebut memiliki gejala yang serupa dengan penyakit SARS.
Ia juga mengunggah hasil diagnosis pasien tersebut, dan pesan itu langsung menyebar.
Akibat ulahnya tersebut, kedua dokter tersebut mendapat teguran keras dari komisi disiplin Rumah Sakit Wuhan.
Li yang meninggal karena terpapar virus yang kemudian diketahui Virus Corona tersebut sempat diperingatkan otoritas setempat karena dinilai menyebarkan informasi yang tidak benar.
Pada bulan Maret 2020, tuduhan Ai Fen atas pihak otoritas China yang mencegahnya dan rekannya memberikan peringatan pada dunia tentang Virus Corona tersebut dipublikasikan oleh Majalah People (Renwu).
Pengakuannya tersebut dimuat dengan judul "Seseorang yang Memasok Peluit".
Dalam penuturannya, Ai Fen juga menyebutkan bahwa atasannya sempat melakukan berbagai cara untuk membungkam mulutnya.
Seperti yang dikutip dari Kompas.com, Sabtu (4/4/2020), Ai Fen menyatakan dirinya pernah disebut merusak masa depan Wuhan.
"Pikiran saya kosong. Dia tidak menegur karena saya tak bekerja keras. Saya dianggap sudah merusak masa depan Wuhan. Saya putus asa," keluh Ai Fen.
• 8,5 Juta Pelanggan PLN Sudah Dapat Token Gratis, Ini Cara Akses Situs www.pln.co.id dan via WhatsApp
Penuturan Ai Fen tersebut diketahui telah dihapus oleh majalah terkait tanpa alasan yang jelas.
Sementara itu, menurut pengakuan keluarga dan teman-temannya, Ai Fen diketahui telah menghilang selama 2 minggu.
Saat itu, ia menjabat sebagai Kepala Departemen Gawat Darurat di Rumah Sakit Pusat Wuhan.
Unggahan terakhir di akun Weibo-nya pada Rabu (1/4/2020), Ai Fen memasang sebuah gambar disertai tulisan yang berbunyi "Sebuah sungai, jalan, jembatan, dan jam yang berdentang,". (TribunWow.com/Noviana)