Breaking News:

Terkini Daerah

Dinkes Benarkan Pasien Covid-19 sempat Keliling Kota Prabumulih Naik Ojek, Ini Alasan Tak Diisolasi

Menurut pesan yang beredar, paisen 09 positif Virus Corona asal Prabumulih dikabarkan keliling kota naik ojek.

Tayang:
Editor: Claudia Noventa
TribunVideo/Radifan Setiawan
ILUSTRASI Virus Corona/Covid-19 

TRIBUNWOW.COM - Masyarakat Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, merasa khawatir setelah beredarnya pesan berantai di grup Facebook hingga WhatsApp terkait pasien positif Virus Corona, Jumat (3/4/2020) siang.

Isi pesan tersebut mengatakan bahwa ada pasien positif terjangkit Covid-19 yang masih berkeliling di tempat umum.

Menurut pesan yang beredar, paisen 09 positif Virus Corona asal Prabumulih dikabarkan keliling kota naik ojek.

Dampak Wabah Corona di Indonesia: 1.000 Hotel Lebih Tutup, Karyawan Cuti Tanpa Gaji, hingga PHK

Tidak hanya itu, pasien 9 bahkan dikatakan pergi ke beberapa tempat seperti pasar dan rumah orang tuanya.

Dalam pesan tersebut juga ada imbauan untuk berhati-hati bila datang atau menggunakan jasa ojek.

Kabar tersebut dengan cepat beredar luas di masyarakat Prabumulih.

"Info (dari wag IDI Prabumulih, red) : Pasien positif no.9 masih beredar keluar rumah siang ini naik ojek ke Sukajadi ke rumah ortunya.
Ybs tidak isolasi di RS, bahkan keluar rumah naik ojek. Agar bapak/ibu agar lebih hati2 terutama yg menggunakan jasa ojek termasuk saat pesan antar makanan. #JustStayAtHome".

Demikian isi pesan berantai tersebut yang menyebutkan pasien 09 (istri almarhum) naik ojek.

"Saat ini jangan ke Grapari dulu, ada pengunjung pasien positif corona datang". Tulisan tersebar di dunia maya.

Saat dikonfimasi via telepon, Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, dr Happy Tedjo, membenarkan informasi tersebut.

Menurutnya, pasien tersebut memang memutuskan untuk isolasi secara mandiri di rumah orang tuanya.

"Pasien itu rencana mau isolasi mandiri ke Sukajadi ke rumah orang tuanya. Sepertinya secara psikologis dia menginginkan isolasi dan lebih sehat di rumah orang tuanya," ujar Tedjo.

"Katanya mobilnya sedang tidak ada karena ada di rumahnya di kawasan Lingkar. Tapi seharusnya naik mobil saja, jangan naik ojek, untuk menghindari supaya tidak tertular," tegasnya.

UPDATE Virus Corona 4 April 2020: 800 Ribu Kasus di Dunia, Kematian Terbanyak Terjadi di Italia

Disinggung kenapa tiga pasien tidak diisolasi di rumah sakit, Tedjo mengatakan sesuai pedoman pusat halaman 30 terkait Covid-19 dijelaskan positif tanpa gejala bisa dirawat di rumah dengan pengawasan.

"Untuk yang dua berusia tua besok mau diisolasi di rumah sakit walaupun memang tidak ada indikasi, untuk yang satunya bisa di rumah namun memang semestinya ada yang bisa mengetahui untuk penanganan atau pengertian bagus."

Tapi kalau memang sudah berpengaruh ke sosial maka kita akan lakukan kebijakan diisolasi ke rumah sakit saja," tegasnya.

MUI Sebut Mudik di Tengah Pandemi Virus Corona Hukumnya Jadi Haram, Begini Penjelasannya

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Tags:
Virus CoronaPrabumulihCovid-19
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved