Breaking News:

Virus Corona

Beda Gejala Virus Corona dengan SARS, Demam pada Covid-19 Ternyata Lebih Jarang

Penyakit yang diakibatkan oleh Virus Corona ini, berbeda dengan Virus Corona penyebab SARS atau pun MERS. Apa perbedaanya.

Tayang:
Editor: Ananda Putri Octaviani
TribunVideo/Radifan Setiawan
Ilustrasi Covid-19 atau Virus Corona 

Dalam keadaan normal, jumlah limfosit mencapai 15-40% dari sel darah putih dalam aliran darah.

Limfosit merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi virus, membantu sel lainnya dalam melindungi tubuh dari infeksi bakteri, jamur, dan parasit, hingga membantu mengatur aktivitas sel lainnya dalam sistem kekebalan Limfositopenia bisa disebabkan oleh berbagai macam penyakit dan keadaan.

Namun penyebab limfositopenia yang paling sering adalah AIDS dan malnutrisi.

VIDEO Warga Koja Olah Biji Salak Jadi Minuman yang Diklaim Bisa Sembuhkan Gejala Mirip Corona

Demam pada Covid-19

Seperti diberitakan sebelumnya, gejala Virus Corona SARS-CoV-2 mirip dengan SARS.

Namun, temuan ahli yang dilaporkan di jurnal NJEM menemukan, pasien yang terinfeksi Covid-19 lebih sedikit yang mengalami gejala demam dan batuk dibanding orang yang terinfeksi SARS-CoV atau MERS-CoV.

"Sehingga pasien yang tidak demam mungkin terlewat untuk dites dan diawasi, karena fokus tim medis adalah mendeteksi oran yang demam," kata peneliti dalam laporannya.

Dalam studi ini, ilmuwan menemukan bahwa limfositopenia adalah gajala yang lebih umum ditemukan pada pasien terinfeksi Covid-19.

Ahli mengatakan, dengan melakukan isolasi diri, diagnosis dini, dan manajemen perawatan sedini mungkin akan sangat berkontribusi dalam menekan angka kematian akibat Covid-19.

Gejala SARS

Dilansir WHO, Gejala SARS mirip dengan influenza.

Ini termasuk demam, malaise, mialgia, sakit kepala, diare, dan menggigil.

Tidak ada gejala atau kelompok gejala individual yang terbukti spesifik untuk diagnosis SARS.

Meski demam adalah gejala yang paling sering dilaporkan, kadang-kadang hal ini tidak ditemukan pada pemeriksaan awal, terutama pada pasien usia lanjut atau pasien yang mengalami imunosupresi.

Batuk (awalnya kering), sesak napas, dan diare muncul pada minggu pertama atau kedua penyakit.

Kasus yang parah sering berevolusi dengan cepat, berkembang menjadi gangguan pernapasan yang membutuhkan perawatan intensif. (Kompas.com/Gloria Setyvani Putri)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Tags:
Virus CoronaCoronaCovid-19
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved