Breaking News:

Virus Corona

Pemulangan WNI akibat Pandemi Covid-19, Jokowi Minta ABK dan Emigran dari Malaysia Harus Dicermati

Jokowi gelar rapat terbatas membahas rencana pemulangan WNI yang masih berada di negara lain. Emigran di Malaysia dan ABK harus dipikirkan cermat.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
Youtube/KompasTV
Jokowi gelar rapat terbatas membahas rencana pemulangan WNI yang masih berada di negara lain. Emigran di Malaysia dan ABK harus dipikirkan dengan cermat. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas untuk membahas rencana pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di negara lain.

Dilansir TribunWow.com dari tayangan Youtube KompasTV, Selasa (31/3/2020), Jokowi mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menyelamatkan WNI yang kemungkinan masih terjebak di negara lain.

Seperti yang diketahui beberapa negara banyak yang membatasi aktivitas keluar masuk bahkan ada yang sudah memberlakukan lockdown akibat dampak dari pandemi Virus Corona, termasuk Malaysia.

Presiden Jokowi saat rapat terbatas antisipasi mudik pada Senin (30/3/2020).
Presiden Jokowi saat rapat terbatas antisipasi mudik pada Senin (30/3/2020). (Channel YouTube Sekretariat Presiden)

 Skenario Terburuk Virus Corona di Indonesia: Jutaan Orang Terinfeksi Covid-19 pada Pertengahan Mei

Jokowi menegaskan WNI yang berada di Malaysia harus menjadi perhatian utama dan harus dicermati dengan baik.

Dikatakan Jokowi, hal itu lantaran menyangkut dengan visa jutaan WNI.

Karena, seperti yang diketahui, Malaysia memang menjadi negara kunjungan dengan jumlah WNI terbanyak dibandingkan negara lainnya.

Menurut Jokowi, beberapa imigran di Malaysia sudah ada yang kembali ke Indonesia secara bergelombang setiap harinya.

"Harus kembalinya WNI dari beberapa negara, ini terutama yang dari Malaysia, ini betul-betul perlu kita cermati, karena menyangkut visa ratusan ribu bisa jutaan WNI yang akan pulang," ujar Jokowi.

"Saya menerima laporan dalam beberapa hari ini, setiap hari kurang lebih 3 ribu pekerja migran yang kembali dari Malaysia," jelasnya.

Setelah itu, fokus selanjutnya yaitu para kru kapal atau ABK.

Mereka dinilai mempunyai tingkat risiko tinggi terpapar Virus Coronoa, maka diminta untuk dilakukan protokol pengecekan yang ketat.

"Selain pekerja migran di Malaysia, kita juga harus mengantisipasi kepulangan dari kru kapal, pekerja ABK yang ada di kapal, perkiraan kita ada kurang lebih 10-11 ribu ABK," ungkap Jokowi.

"Ini juga perlu disiapkan dan direncanakan tahapan-tahapan untuk men-screaning mereka," imbuhnya.

 Kondisi Jakarta Mengkhawatirkan, Anies Baswedan: 283 Pemakaman, Jangan Hanya Anggap Angka Statistik

Lebih lanjut, orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan tetap dengan prinsip utama yaitu melindungi kesehatan para WNI, baik yang di negara asing maupun yang berada di Tanah Air. 

Maka dari itu, Jokowi meminta protokol pengecekan kesehatan diperketat, terutama di bandara, pelabuhan ataupun perlintasan perbatasan negara.

Sektor-sektor tersebut yang menjadi pintu keluar-masuknya orang ke atau dari Indonesia.

"Terkait kembalinya WNI dari luar negeri, prinsip utama yang kita pegang adalah bagaimana kita melindungi kesehatan para WNI yang kembali dan melindungi kesehatan masyarakat yang berada di tanah air," katanya.

"Karena itu jadi kita ingin menekankan protokol kesehatan harus terus ketat dilakukan, baik di airport, pelabuhan, perlintasan perbatasan."

Halaman 1/3
Tags:
CoronaCovid-19JokowiMalaysiaWarga Negara Indonesia (WNI)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved