Virus Corona
Ibaratkan Pemerintah bak Orang akan Tenggelam, Said Didu: 2 Minggu Hanya Dapat Istilah Lain Lockdown
Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu mengomentari rencana pemerintah soal karantina wilayah dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
"Saya katakan kalau ada mengatakan pemerintah sudah cepat, tunjukkan kepada saya, ini dua minggu hanya mendapatkan perubahan istilah dari lockdown menjadi karantina wilayah, dari segi fisik tidak ada bedanya."
"Saya pikir lamban sekali," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 2.40
Penjelasan Mahfud MD soal Karantina Wilayah
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD memberikan penjelasan terkait rencana karantina wilayah untuk pencegahan penyebaran Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, Mahfud MD menegaskan jika karantina wilayah berbeda dengan lockdown.
Dan menurutnya, kebijakan karantina wilayah lebih tepat untuk dilakukan di Indonesia dibandingkan dengan harus lockdown.

• Karena Virus Corona, KPU Berencana Tunda Pilkada 2020, akan Digelar Tahun 2021
Dalam tayangan Youtube KompasTV, Minggu (29/3/2020), Mahfud MD mengatakan setiap wilayah yang melakukan karantina masih bisa melakukan aktivitas.
Namun dengan catatan, hanya berlaku untuk aktivitas yang menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari dan tetap dalam pengawasan yang ketat.
"Aktivitas terbatas itu pertama pasar-pasar tradisional yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk berbelanja atau jualan akan tetap dibuka tetapi dijaga ketat," ujar Mahfud MD.
"Toko-toko, supermarket, toko obat dan sebagainya masih buka," imbuhnya.
Mahfud MD kemudian sedikit menyinggung soal kasus yang terjadi di India.
Seperti yang dikabarkan sebelumnya, pasca pemerintah India memberlakukan lockdown, banyak terjadi kekacauan.
Termasuk juga ada puluhan WNI yang masih terjebak di India.
Maka dari itu, Mahfud MD tidak ingin Indonesia mengalami hal serupa seperti yang terjadi di negeri Bollywood tersebut.