Breaking News:

Virus Corona

Pembangunan Ibu Kota Baru Tetap Jalan di Tengah Virus Corona, Said Didu: Luhut Hanya Pikirkan Legacy

Said Didu menyoroti kebijakan dari Menteri Luhut Binsar Panjaitan soal pembangunan Ibu Kota Baru di tengah panedemi Virus Corona.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
YouTube KompasTV
Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (16/3/2020). Said Didu menyoroti kebijakan dari Menteri Luhut Binsar Panjaitan soal pembangunan Ibu Kota Baru di tengah panedemi Virus Corona. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu menyoroti kebijakan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan soal pembangunan Ibu Kota Baru di tengah panedemi Virus Corona.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, pembangunan atau pemindahan Ibu Kota Baru masih akan terus berjalan meskipun negara sedang menghadapi wabah Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, Said Didu menilai perekonomian Indonesia jelas sangat terganggu dengan hal itu, karena tidak ada pemasukan, tetapi pengeluaran negara justru meningkat.

Apalagi sebelumnya, negara sudah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan Ibu Kota Baru.

Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu menyoroti kebijakan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan soal pembangunan Ibu Kota Baru di tengah panedemi Virus Corona.
Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu menyoroti kebijakan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan soal pembangunan Ibu Kota Baru di tengah panedemi Virus Corona. (Youtube/MSD)

 

Update Jumlah Pasien Positif Virus Corona DKI Jakarta Jadi 701 Kasus, Berikut Peta Sebarannya

Meski begitu, Said Didu tidak serta merta menyoroti Luhut, karena dirinya menilai keputusan akhir tetap kembali lagi di tangan Presiden Joko Widodo (jokowi).

"Saya pikir tidak mungkin Luhut dan Bapenas menyatakan itu kalau bukan melaksanakan arahan dari Bapak Presiden, jadi jangan kita lihat Luhutnya," ujar Said Didu.

Said Didu mengatakan wabah Virus Corona akan semakin merusak laju perekonomian Indonesia.

Menurutnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani sedang pusing memikirkan perekonomian tersebut.

Bahkan Menteri Sri Mulyani juga sampai membuka donasi bagi masyarakat atau pengusaha untuk memberikan sumbangan untuk menangani kasus Virus Corona.

"Dan saya pikir Bu Sri Mulyani sudah betul-betul galau dengan ngototnya untuk membangun Ibu Kota. Bu Sri Mulyani sudah mengatakan bahwa akan menjual aset untuk membangun Ibu Kota," jelasnya.

"Ditambahkan kemarin, dia mau membentuk dompet sumbangan untuk mencari dana pencegahan Corona."

"Sri Mulyani sudah jujur menyatakan beban APBN sangat berat, memang ini berat sekali," kata Said Didu.

"Pengeluaran pasti membengkak, karena adanya pengeluaran tidak terduga yaitu Corona, yang kedua penerimaan dipastikan turun karena pertumbuhan ekonomi turun, ekonomi berhenti, kemudian pajak juga relaksasi, terus butuh anggaran besar," imbuhnya.

Kumpulkan Rp 10 M untuk Wabah Corona, Najwa Shihab Jelaskan Distribusi Dana Konser Musik #dirumahaja

Maka dari itu dengan melihat situasi dan kondisi yang sedang dialami oleh Indonesia, Said Didu yakin masyarakat sudah bisa menilai sendiri soal kebijakan dari pemerintah.

Menurutnya, pemerintah lebih mengutamakan kepentingan legacy atau bentuk nyata dari kepemimpinannya dibandingkan dengan kesejahteraan bahkan keselamatan masyarakat.

Halaman
12
Tags:
Virus CoronaCovid-19Said DiduIbu Kota BaruLuhut Binsar Pandjaitan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved