Virus Corona
Mahfud MD Ceritakan Keluhan Driver Ojol terkait Virus Corona: Satu Nasi Bungkus Dibagi Anak Istri
Mahfud MD menceritakan bagaimana susahnya kalangan menengah ke bawah akibat Virus Corona.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menceritakan bagaimana susahnya kalangan menengah ke bawah akibat Virus Corona.
Mahfud MD menceritakan ada driver ojek online yang sampai membagikan satu bungkus nasi untuk dimakan oleh anak dan istrinya.
Mulanya, Mahfud MD menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat kini tengah merancang kebijakan terkait dampak ekonomi Virus Corona.
• Alami Lonjakan Pemudik di Tengah Wabah Virus Corona, Bupati Gunung Kidul Ungkap Langkah yang Diambil
Ia tak membantah bahwa masalah lockdown kini tengah menjadi perdebatan
"Rancangan pemerintahnya sekarang sudah disiapkan."
"Nah itu tentu yang mungkin diperlukan dalam waktu dekat ini untuk dikeluarkan karena nyatanya sekarang, karena kepanikan luar biasa di tengah masyarakat terjadi kontroversi apakah lockdown apa tidak," ujar Mahfud seperti dikutip dari channel YouTube tvOneNews pada Sabtu (28/3/2020).
Kelas menengah ingin pemerintah segera memberlakukan lockdown.
Tapi di satu sisi, kalangan menengah ke bawah akan semakin kesulitan dengan kebijakan tersebut.
"Kelas menengah ke atas menyerukan lockdown, maupun tidak semua kelas menengah. Tapi orang di tingkat bawah pada nangis," sambungnya.
Lalu, Menteri asal Madura ini menceritakan baru saja mendengar keluhan para sopir dan ojek akibat social distancing yang sudah dilakukan.
• Dampak Lockdown di Kota Tegal Dirasakan Sopir Bus, Tak Bisa Masuk Pusat Kota, Penumpang Turun di Tol
"Tadi saya mendengar ada sopir, ada ojek, dan sebagainya."
"Bagaimana pak saya ini? Katanya, dalam keadaan belum lockdown saja ini kami tidak ada orang narik," ceritanya.
Bahkan mirisnya, Mahfud mendengar ada driver ojek yang memberikan nasi dari perusahaan untuk anak dan istrinya yang belum makan.
"Dapat jatah makan satu bungkus dari kantor, dari perusahaan, terpaksa saya bawa pulang karena anak saya istri saya harus makan," Mahfud MD meniru ucapan sang driver.
"Terus kalau kita melakukan lockdown bagaimana? Padahal banyak orang yang seperti itu," kata dia.