Breaking News:

Virus Corona

Pemutih Pakaian Ternyata Bisa Digunakan sebagai Disinfektan, Begini Sejarah hingga Cara Pemakainnya

Menggunakan disinfektan menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan Virus Corona (SARS-CoV-2) yang menyebabkan Covid-19.

Editor: Claudia Noventa
Dok Humas PMI Kota Tangerang
ILUSTRASI - Petugas menyemprotkan disinfektan di sebuah gedung. 

TRIBUNWOW.COM – Menggunakan disinfektan menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan Virus Corona (SARS-CoV-2) yang menyebabkan Covid-19.

Dengan kandungan bahan aktif pembunuh kuman di beberapa produk rumah tangga, Anda bisa membuat disinfektan sendiri dengan melarutkan produk menggunakan air.

Salah satu produk rumah tangga yang bisa digunakan sebagai disinfektan adalah pemutih pakaian (bleach).

Fadjroel Rachman Jawab Curhat Ojol Sengsara karena Virus Corona: Bisa Menemui Pihak Anies Baswedan

Sejarah pemutih pakaian

Aktivitas memutihkan pakaian telah dikenal oleh bangsa Mesir pada 5.000 SM.

Dua ribu tahun kemudian, aktivitas memutihkan pakaian dilakukan oleh orang Eropa menggunakan abu dari kayu yang dicampur menggunakan air.

Pada tahun 1.000-1.200 masehi, orang Belanda menjadi pakar dalam hal mencuci pakaian.

Mereka mencampurkan susu basi dalam larutan abu kayu tersebut.

Namun, proses memutihkan pakaian pada masa itu butuh waktu lama yaitu lebih dari 12 jam.

Pada 1772, ahli kimia kelahiran Jerman Karl Wilhelm Scheele adalah orang pertama yang menemukan klorin (chlorine), yang menjadi bahan utama pemutih pakaian dalam produk rumah tangga modern.

Dua puluh tahun kemudian, ilmuwan Perancis bernama Claude Louis Berthollet menemukan bahwa klorin yang dicampur dengan kalium karbonat menjadi pemutih baju yang sangat ampuh.

Hidup Sulit Lawan Corona, Ojol Sindir Keras Influencer: Halo Kemana Kalian yang Suka Posting-posting

Sampai akhirnya pada 1897, Sears Roebuck & Co menjadi perusahaan pertama yang memasarkan pemutih pakaian. Mereka memasukkan lima produk dalam katalog: ammonia, borax, lye, blueing, dan dry blueing.

Dua produk terakhir menggunakan bahan dasar dari tanaman, terutama indigo, untuk membuat pakaian lebih putih atau kebiruan.

Pemutih pakaian sebagai disinfektan

Kegunaan klorin dalam pemutih pakaian sebagai disinfektan pertama kali dilakukan di Austria pada 1847.

Para staf di Vienna General Hospital mulai menggunakan pemutih untuk menghalau “childbed fever”, infeksi parah yang menewaskan banyak wanita seusai melahirkan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
Virus CoronaCovid-19Disinfektan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved