Terkini Daerah
Penyebab Ledakan Pom Bensin Mini di Probolinggo yang Tewaskan 2 Orang Diduga karena Korsleting
Kebakaran pom bensin mini di Probolinggo yang menewaskan dua orang diduga karena korsleting listrik.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Plt Kades Sebaung Misnaji mengatakan, kebakaran pom bensin mini di desanya yang menewaskan dua orang diduga karena korsleting listrik.
Rumah toko yang menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin itu merupakan milik pasangan suami-istri Ladiyo dan Mala yang merupakan warga setempat.
Saat kejadian, pasangan suami istri itu berada di rumahnya, tepat di sebelah bangunan yang meledak dan terbakar itu.
“Ledakan diduga lantaran korsleting listrik. Sebelum ledakan diduga ada percikan api akibat korsleting listrik. Kemudian, percikan api ini mengenai tong tempat menyimpan BBM. Sehingga terbakar dan meledak,” kata Misnaji kepada Kompas.com di lokasi kejadian, Minggu (22/3/2020).
• 3 Anggota TNI Jadi Korban Ledakan Pom Bensin Mini di Probolinggo, Total Korban 52 Orang
Sebanyak dua orang tewas akibat ledakan dan kebakaran itu.
Satu di antaranya merupakan anggota TNI yang berupaya membantu korban kebakaran itu.
Sementara, 50 orang terluka akibat kejadian itu.
Mereka terdiri dari warga yang berusaha menolong dan pengendara yang kebetulan melintas.
Salah satu korban yang dirawat di rumah sakit (RS) swasta Kecamatan Dringu, A mengatakan, ledakan di tempat itu terjadi tiga kali.
• Pom Bensin Mini di Probolinggo Meledak, 1 Tewas, 49 Orang Alami Luka Bakar
Pada ledakan pertama, A dan beberapa warga lain membantu memadamkan api dan menolong korban ledakan.
Tak lama saat warga mulai menolong, ledakan kedua terjadi.
"Lalu ada ledakan kedua, warga tambah banyak. Ledakan ketiga saya terpental dan setengah sadar, tubuh saya panas luka bakar," kata A.
Sementara itu, I korban lainnya menderita luka bakar akibat ledakan itu.
Saat itu, I kebetulan melintas di jalan dekat bangunan itu.
• Fakta Penemuan Mayat Ibu dan Anak di Banyuasin, Kronologi hingga Diduga Jadi Korban Pembunuhan
Jaraknya dengan titik ledakan pun sekitar puluhan meter.