Virus Corona
Jokowi Sebut Fasilitas Wisma Atlet yang Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Corona, Muat Ribuan Pasien
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap persiapan penggunaan Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat untuk pasien terinfeksi Virus Corona.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
"Masih banyak keluhan mengenai yang berkaitan dengan kelangkaan APD," jelas Jokowi.
"Perlu saya sampaikan bahwa sekarang ini 180 negara kurang lebih semuanya berebutan untuk mendapatkan baik itu APD, masker, dan semuanya."
Meskipun begitu, Jokowi menyebut pemerintah berhasil menyediakan ratusan ribu APD yang akan segera disebar di seluruh rumah sakit di Indonesia.
Terkait hal itu, ia pun menjelaskan pembagian APD di seluruh daerah di Indonesia.
"Dan kita alhamdulillah pada hari Sabtu kemarin telah siap lagi 105 ribu APD yang hari ini akan didistribusikan ke seluruh rumah sakit yang ada di tanah air," ungkap Jokowi.
"45 ribu unit akan didistrisikan di DKI, Bogor dan Provinsi Banten. Kemudian 40 ribu unit akan didistribusikan untuk Jabar, Jateng, Jatim, DIY dan Bali."
"Dan 10 ribu akan didistribusikan ke seluruh provinsi di luar Jawa, dan 10 ribu sebagai cadangan," sambung Jokowi.
• WHO Ungkap Lockdown Kurang Efektif Cegah Sebaran Virus Corona: Bahayanya Penyakit akan Lompat Lagi
Simak video berikut ini dari menit awal:
Data Indonesia Tak Mudah Dipahami
Di sisi lain, sebelumnya, ekonom senior INDEF, Faisal Basri menyebut pembentukan Satuan Tugas (Satgas) penanganan Virus Corona tak cukup menyelesaikan wabah virus yang berasal dari Wuhan, China itu.
Menurut dia, dibandingkan social distancing, pemerintah lebih baik menerapkan lockdown di sejumlah daerah yang memiliki data rinci soal korban Virus Corona.
Sebab, menurutnya hingga kini data korban Virus Corona belum disampaikan secara rinci oleh pemerintah Indonesia.
• Positif Virus Corona, Andrea Dian Ungkap Perkembangan dan Sudah Ada Air Minum: Terima Kasih Doanya
Hal tersebut disampaikan Faisal Basri melalui tayangan 'SATU MEJA' Kompas TV, Minggu (22/3/2020).
"Kan yang kita inginkan adalah persebarannya bisa kita kendalikan semaksimal mungkin," ucap Faisal Basri.
Terkait keputusan lockdown, ia menilai setiap negara memiliki pertimbangan masing-masing.
Namun, menurut Faisal Basri sejumlah negara menerapkan lockdown karena enggan Virus Corona terus menyebar di negaranya.