Breaking News:

Virus Corona

Istana Pastikan Birokrasi Tak akan Hambat Penanganan Corona, Dany Ichdan: Perlu Kita Jaga Sama-sama

Tenaga Ahli Utama KSP Dany Amrul Ichdan menjelaskan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah menginstruksikan penanganan Covid-19 sebagai prioritas utama

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
youtube kompastv
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan YouTube Kompastv, Minggu (22/3/2020) 

TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan menanggapi terkait pengadaan perlengkapan tim medis untuk penanganan Virus Corona (Covid-19).

Dany menegaskan pengadaan alat guna penanganan Covid-19, tidak akan lagi memakan waktu lama.

Dikutip dari YouTube Kompastv, Minggu (22/3/2020), Dany menjelaskan bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mengambil langkah demi mempercepat pengadaan barang untuk penanganan Covid-19.

Petugas medis RSUD Cut Meutia, Aceh Utara, memperagakan cara menggunakan alat pelindung diri di ruang isolasi untuk mengantisipasi bila ada pasien virus Corona, Selasa (3/3/2020).
Petugas medis RSUD Cut Meutia, Aceh Utara, memperagakan cara menggunakan alat pelindung diri di ruang isolasi untuk mengantisipasi bila ada pasien virus Corona, Selasa (3/3/2020). (Serambi Indonesia/Jafaruddin)

Tekan Virus Corona, Jerman Pilih Batasi Perkumpulan Maksimal 2 Orang daripada Karantina

Instruksi Jokowi dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) No 4 Tahun 2020, tentang refocusing kegiatan, relokasi anggaran, dan pedoman pengadaan barang dan jasa untuk mempercepat penanganan Covid-19.

Dany menjelaskan dengan adanya Inpres tersebut merupakan langkah pemerintah untuk memprioritaskan penanganan Covid-19 sebagai kebijakan utama Indonesia.

"Jadi dengan adanya Inpres No 4 2020, maka ada refocusing semua kegiatan, relokasi budget untuk fokus kepada penanganan Covid ini, jadi termasuk proses pengadaan barang, dan jasanya juga akan dimonitor oleh BPKP dengan suatu aturan-aturan yang mempercepat," paparnya.

"Inpres ini perintah kepada semua lembaga negara, semua menteri, sampai kepala daerah, untuk mengalokasikan sumber daya, dana," sambung Dany.

Dany menjamin dengan adanya Inpres tersebut, tidak akan ada lagi proses izin berbelit-belit terkait penanganan Covid-19.

Ia juga meminta agar seluruh masyarakat mengawal berjalannya Inpres, saat diimplementasikan di lapangan.

"Kita semua semangatnya adalah akselerasi, dan ini perlu kita jaga sama-sama supaya konsistensi Inpres, dengan implementasi di lapangan sampai ke daerah, tujuannya sama untuk percepatan-percepatan ini," kata Dany.

Berdasarkan keterangan Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, per Minggu (22/3/2020), terhitung total 514 orang positif Covid-19.

48 pasien telah meninggal, dan 29 pasien telah diumumkan sembuh.

Terdapat juga tiga provinsi baru yang terjangkit Covid-19.

Provinsi baru yang terjangkit Covid-19 di antaranya adalah Kalimantan Selatan, Maluku dan Papua.

Hingga Sabtu (21/3/2020) kemarin, tiga provinsi tersebut belum ada terkonfirmasi kasus positif Virus Corona.

Kalimantan Selatan dan Maluku kini ada satu kasus, sedangkan Papua ada dua kasus.

 UPDATE Jumlah Pasien Positif Corona di Jateng Bertambah Jadi 15 Orang, 3 Meninggal Dunia

Lihat videonya di bawah ini mulai menit 9.24:

Tim Medis Berbagi Suka Duka Tangani Corona

Sebagai orang yang berada di garda terdepan dalam menghadapi wabah Virus Corona (Covid-19), para tenaga medis sangat riskan ikut tertular virus dari pasien yang mereka tangani.

Meskipun wajib mengurus pasien karena sudah menjadi tugas mereka, di sisi lain ketakutan juga kadang menyerang saat menangani pasien Covid-19.

Spesialis paru RSUP Pershabatan, dr. Mia Elhidsi menceritakan suka dan duka yang ia rasakan selama menangani pasien positif Covid-19 di Indonesia.

Petugas medis berada di dalam ruangan infeksius Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/3/2020).
Petugas medis berada di dalam ruangan infeksius Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/3/2020). (dok/TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)

Polisi Hentikan Konser Organ Tunggal di Tangerang, Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Dikutip dari YouTube Kompastv, Kamis (19/3/2020), awalnya Mia bercerita bagaimana seluruh dunia kini sedang berjuang bersama-sama menghadapi wabah yang telah menjadi pandemi.

"Ini ibaratnya perang dunia ketiga, dan kami sebagai tenaga kesehatan itu sebagai garda terdepannya," kata Mia.

Ia mengakui perasaannya campur aduk saat dirinya ditugaskan menangani pasien positif Covid-19.

Beban berat dirasakan Mia saat menghadapi pasien Covid-19, di sisi lain Mia merasa bahwa apa yang ia lakukan adalah demi kebaikan masyarakat Indonesia.

"Kita betul-betul merasa itu amanah yang sangat berat, tapi di satu sisi kita merasa itu suatu kehormatan," paparnya.

"Suka dukanya juga lebih kuat."

Mia lalu membandingkan kondisinya yang senantiasa berada di tengah bahaya, dengan orang-orang lain yang bisa berada di rumah, menerapkan social distancing atau pemisahan jarak sosial.

"Kami setiap hari justru dengan sadar, dengan sengaja kami mendatangi pasien-pasien yang positif Corona," katanya.

"Kita memang tangani, kita kontak, kita sapa, kita periksa bagaimana keadaannya, dan lain sebagainya."

Mia mengatakan sebagai tenaga medis, ia terhormat bisa ditugaskan menangani pasien Covid-19.

dr. Mia Elhidsi melalui sambungan telepon di acara Rosi Kompas TV pada Kamis  (20/3/2020).
dr. Mia Elhidsi melalui sambungan telepon di acara Rosi Kompas TV pada Kamis (20/3/2020). (YouTube KompasTV)

Tapi di sisi lain sebagai manusia biasa, rasa takut tak bisa ia pungkiri, Mia senantiasa khawatir akan keselamatan dirinya, dan keluarganya yang selalu menunggu kepulangannya di rumah.

"Di sisi lain kita juga manusia, punya keluarga di rumah, kita punya risiko tinggi untuk tertular, kalau kita positif, keluarga di rumah berisiko juga," tutur Mia.

Wabah Covid-19 diakui Mia berbeda dari wabah yang lain, saat menghadapi wabah ini, Mia mengakui ada rasa khawatir dan takut.

Lihat videonya mulai menit awal:

(TribunWow.com/Anung)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Dany Amrul IchdanJokowiVirus CoronaCovid-19Achmad Yurianto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved