Virus Corona
Cara Menyiapkan Psikologi Anak di Tengah Merebaknya Virus Corona, Jangan Perlihatkan Kecemasan
Merebaknya Virus Corona, banyak resiko yang bisa terjadi. Tak hanya mengancam nyawa ataupun kerugian bagi negara, melainkan juga pada psikologi anak.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Di tengah merebaknya Virus Corona, banyak risiko yang bisa terjadi.
Tidak hanya mengancam nyawa atau pun kerugian bagi negara, risiko yang tidak kalah penting yang ditimbulkan oleh Virus Corona yaitu pada psikologi anak.
Dilansir TribunWow.com dari tayangan Youtube KompasTV, Kamis (19/3/2020), Psikolog Universitas Indonesia, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi. memberikan penjelasan cara menyiapkan psikologi anak menghadapi penyebaran Covid-19.

• UPDATE Jumlah Positif Corona di Indonesia 309 Pasien, 25 Orang Meninggal, Berikut Peta Sebarannya
Dr. Rose mengatakan cara yang paling tepat yaitu melalui diskusi, ajak anak untuk berdiskusi bersama.
Kemudian langkah pertama yaitu orang tua harus mengenali lebih dulu seberapa jauh pemahaman anak tentang Virus Corona.
"Langkah pertama yang bisa dilakukan orang tua untuk memberikan edukasi tentang Virus Corona ini, terutama kepada anak-anak yang sudah lebih besar, dari SD sampai ke perguruan tinggi kalau mereka belum mengerti yaitu melalui diskusi," ujar Dr. Rose.
"Tanyakan dulu kepada anak apa yang mereka ketahui tentang yang namanya Covid-19, bahan diskusi dimulai dari apa yang sudah mereka ketahui, sehingga akan mudah bagi mereka untuk dicerna," sambungnya.
Setelah itu, jauhkan pemikiran dari anak, bahwa Virus Corona memberikan dampak besar bagi semua orang.
Jangan juga memperlihatkan kecemasan yang kita rasakan kepada anak.
Sebisa mungkin untuk tetap bersikap bijak ketika di depan sang buah hati.
"Lalu wabah Corona ini telah membuat anak-anak kita tidak ke sekolah, orang tuanya tidak ke kantor juga, ini bisa berdampak berat, karena banyak kecemasan yang timbul pada dirinya, terutama kalau orang tuanya cemas," jelas Dr. Rose.
"Cemas itu sangat mudah ditularkan, dalam arti kata orang tua yang cemas akan membuat anaknya menjadi cemas."
• Bagaimana Aktivitas Ibadah Puasa dan Tarawih di Tengah Wabah Corona? Begini Fatwa dari MUI
Kemudian yakinkan kepada anak untuk tidak merasa takut dengan Virus Corona.
Jauhkan semua mindsheet tentang pasien Virus Corona yang meninggal dunia, melainkan pastikan kepada anak jika pasien Covid-19 bisa disembuhkan maupun dicegah.
"Oleh karena itu jangan memberikan informasi bahwa Corona akan mati, hal ini tidak layak untuk diberikan kepada anak," katanya.