Breaking News:

Virus Corona

Seberapa Siap Masyarakat dan Perusahaan Bekerja dari Rumah di Tengah Pandemi Virus Corona?

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Agung Pambudi menyebut belum semua perusahaan siap dengan sistem kerja dari rumah.

KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR
Kondisi Halte Transjakarta Puri Beta 2 di Ciledug, Tangerang, Selasa (17/3/2020). Tak ada lagi antrean panjang calon penumpang di halte itu seperti yang terjadi Senin kemarin saat jumlah bus transjakarta yang dioperasikan dikurangi dan headway-nya diperlama. 

Kebijakan pembatasan operasi transportasi publik ini, menurut Bagus, kontraproduktif dengan upaya pengendalian Covid-19. Bagus harus berhimpitan dengan penumpang lain demi menuju kantor.

"Tadi itu parno (takut) banget karena di halte pertama panas-panasan, masuk bus ber-AC. Keluar lagi panas-panasan. Masuk bus lagi. Sampai di kantor tiba-tiba badan hangat," katanya.

Hal serupa diungkapkan Fina Nabilah. Ia mengaku sudah berdesak-desakan dengan penumpang lain di jam tak sibuk. Padahal, kata dia, di waktu tersebut Transjakarta tidak penuh.

"Agak sedikit penuh, dibandingkan hari-hari biasa di jam yang sama. Aku pakai itu sekitar setengah tiga (sore). Tegal Parang ke Cawang itu sedikit penuh," kata Fina kepada BBC Indonesia, Senin (16/03).

Fina mengaku saat ini belum ada seruan dari kantornya untuk WFH alias working from home atau bekerja dari rumah, di tengah pembatasan operasi transportasi publik.

Kebijakan pembatasan operasi Transjakarta perlu dipertimbangkan lagi.

"Aku ini orang lapangan, jadi agak sulit untuk work from home," kata pekerja di salah satu perusahaan jasa ini.

Sementara itu, pengguna KRL Commuterline, Desy Aritonang mengatakan terjadi penurunan penumpang saat berangkat dari Stasiun Kranji menuju Manggarai pukul 08.30 WIB, Senin (16/03).

"Yang tadi umpel-umpelan tadi agak lowong," katanya.

Desy mengatakan pekerjaanya memungkinkan untuk menerapkan WFH. Namun tidak tiap hari. "5 hari kerja, 2 hari libur, 3 hari WFH," katanya.

Tak semua perusahaan bisa work from home

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Agung Pambudi menilai pembatasan operasi transportasi publik yang membuat antrean penumpang karena tidak semua perusahaan siap dengan cara kerja dari rumah.

"Masing-masing (perusahaan) kan akhirnya memiliki pertimbangannya sendiri ya. Dan sifatnya ini kan imbauan," kata Agung saat dihubungi BBC Indonesia, Senin (16/03).

Menurut Agung, kerja dari rumah bisa dilakukan untuk sektor-sektor tertentu seperti industri jasa.

"travel agency lalu jasa konsultan kemudian jasa-jasa yang lainnya, itu tentu relatif lebih bisa gampang dilakukan melalui WFH, dengan bantuan alat-alat IT information and communication technology," katanya.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
Tags:
Virus CoronaCovid-19Rumah
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved