Virus Corona
Pertanyakan Keputusan Jokowi soal Corona, Haris Azhar Bandingkan dengan Malaysia yang Sudah Lockdown
Direktur Lokataru, Haris Azhar mempertanyakan keputusan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pencegahan penyebaran Virus Corona.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
"Di mana yang nggak ada alat mengeceknya di mana?," tanya Nabil Haroen.
"Anda harus kasih tau di mana," imbuhnya.
Tidak ketinggalan Ali Ngabalin juga langsung menyahut memberikan pertanyaan serupa.
Ali Ngabalin meminta Haris Azhar menyebutkan rumas sakit yang dimaksud supaya tidak membuat masyarakat panik.

"Harus dikasih tahu, jadi jangan sampai Anda menyebutkan sesuatu yang Anda tidak tahu, itu membuat panik orang," kata Ali Ngabalin.
Namun di sela pertanyaan dari Ali Ngabalin dan Nabil Haroen, Haris Azhar memberikan jawaban dengan menyebut Rumah Sakit Persahabatan yang ada di Jakarta.
"Orang memang panik, enggak ada yang bahagia, orang panik hadapi Corona," terangnya.
"(RS) Persahabatan, dari tadi saya bilang Persahabatan, kupingnya enggak di pakai, jangan cuma mulut saja," jelas Haris Azhar.
• Kisah Dokter yang Tangani Pasien Virus Corona di Jakarta, Ungkap Keresahan
Tidak ingin kondisi semakin memanas dan menjadi tak kondusif, pembawa acara Cindy Sistyarani mencoba melerai perdebatan mereka.
Cindy kemudian mengalihkan kepada topik pembahasan lain, yaitu seputar perlukan Indonesia dilakukan lockdown.
"Mas Haris jadi apakah harus lockdown dilakukan?" tanya Cindy.
Namun alih-alih memberikan jawaban, keduanya masih tetap beradu argumen.
Setelah itu, Haris Azhar justru menjawab jika Ali Mochtar yang mesti di-lockdown.
"Ali Mochtar mesti di-lockdown," kata Haris Azhar.
Sementara itu, hingga berita ini diturunan, pihak RS Persahabatan belum memberikan tanggapan terkait pernyataan Haris Azhar tersebut.
Simak videonya mulai menit ke- 6.23:
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)