Virus Corona
Perawat Pasien Virus Corona Asal Bekasi Meninggal, Achmad Yurianto Sebut Ada Dua Kemungkinan
Perawat asal Bekasi yang menangani pasien Virus Corona pada rumah sakit di Jakarta meninggal dunia. Jubir Achmad Yurianto sebut ada dua Kemungkinan.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
Oleh karena itu, pihaknya masih terus melakukan tracing kepada korban.
"Kita sedang melakukan kontak tracing, apakah ini ketularan dari kontak dengan pasien, atau di luar itu," ungkapnya.
"Karena perawat juga mempunyai lingkungan sosial di luar."
"Ini yang sedang kita tracing, dan tracing ini sedang berlangsung," pungkasnya.
Simak videonya:
• Langkah-langkah Pencegahan Virus Corona Versi WHO, Berikut Informasi Gejala Umum Covid-19
• Virus Corona Merebak, Mengapa Harus Mengisolasi Diri di Rumah Selama 14 Hari? Ini Penjelasan Dokter
Curhatan Pasien 01 setelah Sembuh
Sementara itu, tiga pasien positif Virus Corona (COVID-19) di Indonesia telah dinyatakan sembuh.
Ketiga pasien tersebut adalah pasien 01, 02 dan pasien 03, setelah dinyatakan sembuh, mereka melangsungkan konferensi pers di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (16/3/2020).
Pasien 01 yang diketahui berdomisili di Depok menyampaikan keluh kesah hatinya yang sembarangan dituduh terkait statusnya yang positif COVID-19.
• Candi Borobudur Disemprot Cairan Khusus untuk Mencegah Virus Corona
Dikutip dari YouTube tvOneNews, Senin (16/3/2020), awalnya pasien 01 menjelaskan kepada masyarakat untuk selalu mendukung moral pasien positif COVID-19.
Salah satu caranya adalah dengan tidak ikut menyebarkan luaskan informasi yang salah, terkait pasien positif COVID-19, termasuk dirinya.
"Saya ingin mengimbau kepada masyarakat, dan media untuk mendukung pasien yang ada di rumah sakit," kata wanita berambut panjang itu.
"Mendukung secara moral, karena penyebaran informasi yang tidak akurat, yang dilakukan oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab, itu sangat mengganggu psikis kami di dalam," lanjutnya.
Pasien 01 lanjut menceritakan bagaimana bocornya identitas pribadi miliknya.
Ia menceritakan akibat bocornya identitas pribadi miliknya, jadi banyak orang-orang yang ingin memeriksakan kesehatan mereka, tapi menjadi enggan, lantaran takut identitas mereka tersebar.