Virus Corona
Corona (COVID-19) Hantam Ekonomi Dunia, Jokowi: Kita Tidak Bisa Melawan Kepanikan Global
Presiden RI Joko Widodo memaparkan kondisi perekonomian di dunia, dan di Indonesia setelah dihantam wabah Virus Corona
Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Tidak hanya mengancam kesehatan, Virus Corona (COVID-19) juga menggoyang perekonomian global.
Di Indonesia sendiri, sektor pariwisata telah merasakan dampak dari berkurangnya turis-turis asing akibat takut akan COVID-19.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada keterangan Persnya di Tangerang, Jumat (13/3/2020), menjelaskan bahwa pemerintah tak bisa berbuat banyak ketika menghadapi paniknya dunia internasional.

• Jokowi Jujur Akui Ingin Buka Data Pasien Positif Corona (COVID-19): Tetapi Kita Juga Berhitung
Dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (13/3/2020), awalnya Jokowi menjelaskan bahwa saat ini kondisi perekonomian global sedang mengalami kepanikan.
"Sekarang ini pasar keuangan di seluruh dunia mengalami keguncangan, kepanikan," katanya.
Jokowi menjelaskan pemerintah tidak bisa berbuat banyak terhadap kepanikan yang terjadi di pasar global.
Ia menambahkan satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah membenahi kebijakan-kebijakan dalam negeri.
"Kita tidak bisa melawan kepanikan global, tapi pemerintah, dan otoritas keuangan, akan selalu memantau, dan membuat kebijakan-kebijakan cepat," papar Jokowi.
Jokowi kemudian mencontohkan sejumlah kebijakan-kebijakan dalam negeri guna menghadapi kepanikan COVID-19.
Kebijakan yang dicontohkan mulai dari relaksasi pengaturan kredit yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , hingga program dari Bank Indonesia (BI).
"Saya kira kita tahu, OJK telah memberikan relaksasi, kelonggaran, policy-nya cepat," ucap Jokowi.
"BI juga saya melihat, telah memberikan kelonggaran, dan relaksasi dalam policy-policy-nya."
"Pemerintah, tadi pagi juga telah memberikan relaksasi, dan kelonggaran-kelonggaran terhadap pajak dan insentif-insentif," lanjutnya.
Jokowi lanjut menyerahkan kepada menteri terkait untuk menjawab lebih tehnis kebijakan ekonomi dalam menghadapi COVID-19.
"Tanyakan secara tehnis kepada menteri-menteri yang terkait, atau otoritas keuangan yang ada di negara kita, OJK maupun BI," tandasnya.
• Jokowi Buka-bukaan soal Wabah Corona di Indonesia: Dalam Penanganan, Kita Memang Tidak Bersuara
Lockdown Indonesia demi Atasi Corona? Ini Jawaban Jokowi
Pada segmen sebelumnya, Jokowi juga menanggapi soal kemungkinan menerapkan lockdown di Indonesia.
Jokowi mengakui belum ada rencana menerapkan lockdown di Indonesia.
"Belum berpikir ke arah sana," kata Jokowi pada Keterangan Pers Presiden RI , di Tangerang, Jumat (13/3/2020).
Lockdown sendiri merupakan kebijakan pemerintah untuk mengisolasi kota, atau bahkan negaranya sendiri.
Ketika hal tersebut terjadi, orang-orang tidak bisa masuk ke daerah yang diisolasi, begitu pula dengan orang yang di dalam, tidak diperbolehkan untuk keluar.
Kebijakan lockdown diharapkan agar penyebaran wabah COVID-19 dapat ditekan.
Hingga saat ini sudah ada tujuh negara yang menerapkan kebijakan lockdown.

• Presiden Jokowi Akui Pemerintah Tak Buka Seluruh Informasi soal Virus Corona ke Masyarakat
Ketujuh negara tersebut yakni:
- Tiongkok (Kota Wuhan), sejak 2 Februari 2020, 80.945 kasus positif, 3.062 korban jiwa.
- Korea Selatan (Daegu), sejak 24 Februari 2020, 7.896 kasus positif, 66 korban jiwa.
- Iran, sejak 12Maret 2020, 10.075 kasus positif, 429 korban jiwa.
- Italia, sejak 9 Maret 2020, 15.113 kasus positif, 1.016 korban jiwa.
- Filipina (Manila), sejak 13 Maret 2020, 52 kasus positif, 5 korban jiwa.
- Denmark, sejak 13 Maret 2020, 788 kasus positif, 0 korban jiwa.
- Irlandia, sejak 12 Maret 2020, 70 kasus positif, 1 korban jiwa.
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-18.25:
(TribunWow.com/Anung)