Kalimantan Timur Ibu Kota Baru
Blak-blakan, Fadli Zon Yakin Presiden 2024 Tunda Ibu Kota Baru karena Hal Ini: Cuma 'Pepesan Kosong'
Politisi Partai Gerindra Fadli Zon angkat bicara soal wacana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai bos ibu kota baru.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
"Ini 2020, 2023, 3 tahun mau bikin apa?," tanya Fadli.
"Lah iya katanya 2023 mau pindah, sekarang satu batako aja belum ada, undang-undangnya belum ada, anggarannya belum ada."
Lantas, ia kembali menegaskan bahwa pemindahan ibu kota masih sekedar mimpi.
• Ungkit Kasus Penistaan Agama, Fadli Zon Ogah Ahok Jadi Bos Ibu Kota Baru: Seperti Nantangin
"Imajinasi ini, masih mimpi," kata dia.
"Nanti kalau udah jadi undang-undang baru."
Menurut Fadli, kondisi perekonomian kini tak mendukung untuk memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan.
"Lah kan ini masih mimpi, ngapain kita bicarakan ini. Dengan pertumbuhan diperkirakan 4 persen malah bisa di bawah itu, investor mana yang mau?," tanya Fadli.
"Ini bicara pepesan kosong, jadi kita buang-buang waktu."
Simak video berikut ini menit ke-1.45:
Fadli Zon Pampang Foto Ali Ngabalin
Pada kesempatan itu, perdebatan terjadi antara Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin dengan Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon.
Dilansir TribunWow.com, keduanya memperdebatkan soal penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai bos di ibu kota baru.
Namun, dalam perdebatan itu semakin memanas setelah Fadli Zon menunjukkan foto mirip Ali Ngabalin yang sedang memegang poster bertuliskan kritikan kepada Ahok.
Menurut Ali Ngabalin, banyak pihak yang 'memanfaatkan' ayat Al-Quran untuk memasukkan Ahok ke dalam penjara.
• Said Didu Akui Kaget Lihat Jokowi Gandeng Ahok untuk Ibu Kota Baru: Menguji Kesabaran Rakyat
"Waktu itu saya bilang bahwa itu dalam pembahasan undang-undang iya, tapi terlalu banyak ayat Al-Quran yang kita pakai untuk menciderai orang," ujar Ali Ngabalin.