Breaking News:

Terkini Daerah

Remaja Bunuh Bocah di Jakpus, Pakar Psikologi Ungkap Tingkat Kecerdasan Pelaku: Di Atas Rata-rata

Pakar Psikologi Forensi Reza Indragiri angkat bicara soal kasus pembunuhan bocah enam tahun oleh remaja 15 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

YouTube metrotvnews
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri dalam saluran YouTube metrotvnews, Minggu (8/3/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Psikologi Forensi Reza Indragiri angkat bicara soal kasus pembunuhan bocah enam tahun oleh remaja 15 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Dilansir TribunWow.com, Reza Indragiri pun mencoba membaca gambar yang ditulis oleh pelaku, NF.

Melalui tayangan YouTube metrotvnews, Minggu (8/3/2020), Reza Indragiri justru menyinggung tingkat kecerdasan pelaku yang masih duduk di bangku SMP itu.

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri dalam tayangan YouTube metrotvnews, Minggu (8/3/2020).
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri dalam tayangan YouTube metrotvnews, Minggu (8/3/2020). (YouTube metrotvnews)

Ayah Korban Ungkap Keseharian ABG Pembunuh Bocah 6 Tahun di Jakarta: Tegur Sapa Juga Belum Pernah

Sederet Perilaku Tak Lazim ABG Pembunuh Bocah 6 Tahun, Mulai dari Tusuk Kodok hingga Lempar Kucing

Menurut dia, untuk membaca kepribadian seseorang diperlukan sejumlah hal yang perlu dipahami.

"Di dalam psikologi memang ada yang namanya psikologi grafis, bagaimana orang psikologi memahami kondisi kejiwaan manusia," ucap Reza.

"Termasuk kondisi pelaku kejahatan, tidak hanya berdasarkan keterangan atau penjelasan secara lisan."

Ia menyatakan, gambar yang ditemukan di buku tulis pelaku bisa dijadikan petunjuk pihak kepolisian untuk mengungkap kepribadian NF.

"Tapi juga berdasarkan ekspresi suasana melalui media gambar," kata Reza.

"Tetapi memang kemudian gambar itu menjadi pelengkap atau sebutlah menjadi sebuah petunjuk untuk memberikan panduan kepada tenaga psikologi, entah itu teman-teman di kepolisian."

Dari gambar pula, Reza menyebut pihak kepolisian bisa mengetahui tingkat kecerdasan pelaku kejahatan.

Sosok Gadis ABG Pembunuh Bocah Berusia 6 Tahun di Mata Tetangga: Pulang Sekolah Ya di Kamar

Tak hanya itu, gambar yang ditemukan di buku NF itu bisa disebutnya juga bisa menunjukkan kepribadian dan tingkat relasi sosial pelaku.

"Untuk mulai menelusuri dengan pintu masuk yang sebelah mana," ujar Reza.

"Di situ akan terlihat gambaran suasana kepribadian, relasi sosial, tanda-tanda kecerdasan dari yang bersangkutan, dan yang lainnya."

Lebih lanjut, Reza mulai mengungkap pemahamannya soal sejumlah gambar yang ditemukan di buku pelaku.

Menurut dia, dari gambar tersebut diketahui pelaku memiliki kecerdasan yang tinggi, bahkan di atas rata-rata.

"Saya harus lihat gambarnya, tapi kalau hanya sebatas melihat tayangan di tv atau di media online saya bisa pastikan satu hal," terang Reza.

"Ada tanda kecerdasan yang memang di atas rata-rata."

Meskipun begitu, menurutnya tak hanya tingkat kecerdasan yang bisa diketahui dari gambar tersebut.

Reza menyatakan, ada kemungkinan masalah kepribadian yang tertuang di dalam gambar tersebut.

"Itu terlihat pada sedemikian rinci, sedemikian multidimensional gambar yang dihasilkan oleh anak ini," terangnya.

"Tapi tidak hanya bicara kecerdasan, ada juga masalah kepribadian yang barangkali tengah diekspresikan oleh anak ini lewat gambar."

Simak video berikut ini dari menit awal:

Pelaku Merasa Puas

Kapolsek Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto mengungkap pengakuan ABG pembunuh bocah berusia 6 tahun di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Dilansir TribunWow.com, Heru Novianto menyebut NF, remaja pembunuh bocah lima tahun itu sama sekali tak menyesal setelah melakukan aksi kejinya itu.

Menurut Heru, NF justru merasa puas setelah melakukan pembunuhan.

Hal itu disampaikan Heru melalui tayangan YouTube Kompas TV, Sabtu (7/3/2020).

Pada kesempan itu, Heru juga menceritakan awal mula pembunuhan itu diketahui pihak kepolisian.

Ke Polisi, ABG Pembunuh Bocah Usia 6 Tahun Kekeh Ngaku Tak Menyesal: Biasa-biasa Saja Pak

Heru menyatakan, pembunuhan tersebut terungkap setelah NF melapor ke Polsek Taman Sari.

"Jadi awal sekali ini terungkap yaitu adanya laporan seorang bocah kepada Polsek Taman Sari," kata Heru.

"Bahwa dia mengaku telah membunuh seorang anak kecil di rumahnya. Dan jenazahnya disimpan di lemari."

Menanggapi laporan tersebut, kepolisian lantas mengantarkan NF pulang.

Saat itu, polisi juga langsung memeriksa di sekitar lokasi dan menemukan sesosok mayat di dalam lemari.

"Setelah itu Polsek Taman Sari mengantar ke rumahnya ternyata masuk ke wilayah Sawah Besar," jelas Heru.

"Apa yang disampaikan bahwa dia tekah menaruh jenazah di dalam lemari di kamar tidurnya, dicek oleh Kapolsek dan ternyata benar ditemukan jasad seorang perempuan sekitar umur 5 tahun."

 Polisi Keheranan Dengar Pengakuan Remaja yang Bunuh Balita dan Simpan Jasad di Lemari: Ini Unik

Menurut Heru, NF sama sekali menyesali perbuatan keji yang dilakukan.

NF bahkan disebutnya secara konsisten mengaku tak menyesali pembunuhan tersebut.

"Hasil interogasi kami dari hari kemarin dan hari ini kami juga langsung berkomunikasi dengan pelaku," ujar Heru.

"Kita tanyakan 'Apakah kamu menyesal dengan perbuatan ini?' Dia konsisten menjawab tidak," sambungnya.

Tak hanya itu, remaja 15 tahun itu bahkan disebutnya merasa puas setelah membunuh bocah 6 tahun.

"Dan bahkan 'Bagaimana perasaanmu pada saat kamu melakukan selesai melakukan pembunuhan?," terang Heru.

"Pelaku ini menjawab dengan tegas, 'Saya puas biasa-biasa aja pak enggak ada masalah'."

Meskipun baru berusia 15 tahun, NF juga menurutnya menyadari betul telah melakukan pembunuhan.

"Sadar karena saya tanya 'Kamu melakukan ini ngerti enggak'," ujar Heru.

"'Ngerti pak'," ucapnya menirukan NF.

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

Tags:
Jakarta PusatSawah BesarKasus PembunuhanTewasRemaja bunuh balitaReza Indragiri Amriel
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved