Virus Corona
Soal Virus Corona, Aria Bima sampai Debat Keras Fraksi PAN Saleh Daulay: Jangan Bawa Panik ke Sini
Perdebatan terjadi antara Anggota DPR fraksi PDIP, Aria Bima dengan sesama anggota DPR fraksi PAN, Saleh Daulay terkait Virus Corona.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Perdebatan terjadi antara anggota DPR Fraksi PDIP, Aria Bima dengan anggota DPR Fraksi PAN, Saleh Daulay terkait Virus Corona.
Hal itu terjadi di acara Dua Sisi TV One pada Kamis (6/3/2020).
Mulanya, Aria Bima menilai pemerintah sudah tepat dan tanggap dalam menangani Virus Corona.
• Gagal Liburan ke Jepang karena Virus Corona, Uya Kuya Ungkap Kerugian: Hotel aja Rp 40 Juta-an
"Saya melihat bahwa cepat, tepat, dan cukup tanggap ya," ungkap Aria Bima.
Lalu, ia menyinggung bahwa sebanyak 200 lebih WNI di Wuhan yang kini dipulangkan tidak terjangkit Virus Corona.
"Sekarang kita lihat waktu negara kita Wuhan di sana yang 200 yang kita pulangkan, yang di sana saja lo di Wuhan saja itu tidak terkontaminasi dengan Corona."
"Yang di Wuhan, kemudian yang di ABK yang di Kapala Pesiar Jepang juga tidak terdeteksi gitu loh," ungkap Aria Bima.
Menurut Aria Bima, virus kepanikan itu lebih bahaya dari pada Virus Corona itu sendiri.
"Jadi saya sepakat perlu ada kewaspadaan, tapi jangan ada dua virus."
"Virus Corona itu sendiri di atasi dengan cara-cara yang medis. Yang bahaya itu kepanikannya," ungkapnya.
Aria Bima melanjutkan, kepanikan yang tidak perlu bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia.
• Lakukan Pemeriksaan, Pemprov DKI Tutup Sementara Restoran yang Jadi Tempat Interaksi Pasien Corona
"Saya sebagai komisi enam yang membidangi bidang ekonomi, jangan sampai cara penanganan Virus Coronanya dengan cara penanganan korban yang sekarang ketemu dua orang itu, berdampak pada suatu kepanikan, kepanikan yang tidak perlu," ujarnya.
Pria kelahiran Semarang itu lantas mengaku dirinya lebih bijaksana dan cerdas dalam menghadapi Virus Corona, berbeda dengan Saleh Daulay.
"Mungkin yang dimaksudkan Pak Saleh Daulay itu perlu lebih attractive penanganannya kalau saya lebih cenderung wise, smart tapi waspada," ungkap dia.
Ia menilai, kondisi geografis di Indonesia mempengaruhi bagaimana Virus Corona berkembang.