Virus Corona
Anjuran Doni Monardo untuk Tangkal Virus Corona, Perut Tak Boleh Kosong hingga Berjemur di Pagi Hari
Menjaga imunitas tubuh disebut menjadi cara terampuh untuk mencegah terjangkitnya Virus Corona yang kini sudah mewabah ke Indonesia.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Menjaga imunitas tubuh disebut menjadi cara terampuh untuk mencegah terjangkitnya Virus Corona yang kini sudah mewabah ke Indonesia.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menyebut, imunitas tubuh bisa ditingkatkan dengan makan yang cukup.
Doni juga menilai, mengonsumsi jamu bisa meningkatkan daya tahan tubuh.
"Jangan biarkan perut kosong, sebelum ke luar rumah pastikan sarapan pagi hari," ujar Doni dalam acara IndoSterling Forum di Jakarta, Kamis (5/3/2019), dikutip dari Kompas.com.
Selain itu, Doni mengimbau, bagi masyarakat yang menderita flu agar tak melakukan kegiatan di luar rumah.
• Antisipasi Virus Corona, Ruben Onsu Minta Ketiga Anaknya Tidak Bersalaman dengan Orang Lain
Masyarakat diwajibkan menggunakan masker, jika memang diharuskan untuk ke luar rumah saat flu.
Ia mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah merancang protokol penanganan Corona.
BNPB dalam hal itu bertindak sebagai koordinator, sedangkan eksekutornya adalah kementerian terkait dan TNI atau Polri.
Doni menyebut, wabah Covid-19 termasuk dalam kategori bencana, yakni bencana non-alam.
Menkes Minta Masyarakat Jaga Imun Tubuh
Sementara itu, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto kembali menegaskan, imunitas tubuh yang kuat bisa mencegah Virus Corona.
"Tidak ada di dunia ini yang lebih hebat (menangkal Virus Corona), lebih bagus, kecuali imunitas tubuh kita sendiri," kata Terawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020), dikutip dari Kompas.com.
Ia menyampaikan, menjaga pola makan dan hidup sehat bisa membuat imunitas tubuh kuat.
• Pengakuan Tetangga Pasien Positif Corona, Dilarang Masuk Kantor hingga Anak Histeris Ketakutan
Masyarakat juga diminta tak cemas, agar tak menyebabkan imunitas tubuh menjadi turun.
"Hati, pikiran kita namanya psikoneuroimunologis. Kalau kita mendapatkan persepsi hal-hal yang salah terus, membuat kita khawatir, cemas, ya imunitas tubuh kita ikut turun," ujar Terawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pasien-dengan-status-virus-corona-yang-sempat-dirawat-di-rumah-sakit-dr-hafiz-rsdh-cianjur.jpg)