Kabar Tokoh
Hasil Survei Tunjukkan Jokowi Lebih Populer dari Bung Karno, Rocky Gerung Protes: Enggak Masuk Akal
Pengamat Politik, Rocky Gerung turut mengomentari hasil survei yang dilakukan Indo Barometer.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik, Rocky Gerung turut mengomentari hasil survei yang dilakukan Indo Barometer.
Pada hasil survei tersebut, Presiden Joko Widodo disebut lebih unggul dari Presiden Soekarno.
Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Rocky Gerung Official pada Kamis (5/3/2020), Rocky Gerung menilai survey itu justru menunjukkan postur politik Jokowi jatuh.
• Terkait Virus Corona, Rocky Gerung Kritik Staf Millenial Jokowi: Diem Enggak Tahu Mau Ngapain
"Nah dalam kecemasan itu bisa postur politik Pak Jokowi drop, turun," kata Rocky Gerung.
Menurutnya, tidak ada bidang lain yang membuat Jokowi unggul selain masalah kepribadian Jokowi.
"Kalau di survei elektabilitas pasti enggak ada gunanya kan apalagi udah enggak ada periode kedua."
"Kalau di survei soal ekonomi sudah pasti hancur itu, di survei demokrasi sudah pasti hancur makanya disurvei hal-hal yang personal," ujar Rocky Gerung.
Sehingga, Rocky Gerung menilai survei yang dilakukan Indo Barometer tersebut hanya sekedar hiburan.
"Jadi ini semacam survei infotainment di bidang politik bahwa Pak Jokowi lebih hebat dari Bung Karno," sambungnya.
• Sebut Indonesia Bergantung pada China, Rocky Gerung Prediksi Istana Bakal Kena Dampak Virus Corona
Lalu, Pengamat Politik 60 tahun ini juga menilai bahwa Jokowi lebih populer dari Bung Karno itu tak masuk akal.
Padahal menurutnya, Soekarno lebih 'pintar' atau lebih banyak pengetahuannya ketimbang Jokowi.
"Itu nalarnya bagaimana itu? Bung Karno itu dari tahun 45 tidak pernah hilang dari memori publik."
"Bung Karno menulis tiga jilid buku revolusi, Bung Karno paham tentang sejarah seni semua orang ngerti siapa Bung Karno," ungkap Rocky Gerung.
Rocky Gerung lalu menduga kepopuleran Jokowi mungkin karena karakternya sangat berbeda dengan Soekarno.
"Ya karena itu, kenapa Jokowi populer mungkin karena hal-hal yang bertolak belakang dengan Bung Karno."
"Jadi dia populer karena tidak bisa menyamai Bung Karno begitu," ucapnya.
• Rocky Gerung Tertawa Bandingan Sri Mulyani di Era SBY dan Jokowi: Dulu Dapat Pujian, Sekarang Stres
Lantas, pria asal Manado ini justru menyamakan masalah tersebut dengan Presiden Amerika Serikat sekarang, Donald Trump dibandingkan dengan para mantan presiden terdahulunya, Abraham Lincoln hingga George Washington.
Sehingga, ia menilai bahwa kesalahan justru terletak pada orang yang melakukan hasil survey.
"Karena enggak masuk akal itu sama seperti bilang Donald Trump lebih populer dari Abraham Lincoln atau George Washington itu hancur pikiran orang, hancur sebenarnya pikiran surveyor," protesnya.
Lihat videonya mulai menit ke-2:50:
Fadli Zon Kasihan pada Jokowi
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengaku senang dengan hasil survei elektabilitas sejumlah tokoh untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Namun, Fadli Zon juga mengaku sedih dengan hasil survei tersebut.
Hal itu diungkapkan Fadli Zon saat menjadi narasumber di acara Dua Sisi Tv One pada Jumat (28/2/2020).
• Terkait Virus Corona, Rocky Gerung Kritik Staf Millenial Jokowi: Diem Enggak Tahu Mau Ngapain
Mulanya Fadli Zon mengatakan, dirinya memang senang dengan hasil survei yang dilakukan Indo Barometer.
Di posisi tiga teratas, semuanya merupakan tokoh-tokoh yang erat kaitannya dengan Partai Gerindra.
"Tentu kalau saya sih senang sekali, Pak Prabowo di urutan pertama. Itu adalah Ketua Umum Gerindra," ujar Fadli Zon.
"Pak Anies Baswedan di urutan kedua, itu adalah gubernur yang diusung oleh kami."
"Nomor tiga Pak Sandiaga Uno juga waktu Wakil Gubernur dan Calon Wakil Presiden, jadi ini kayak all Indonesia finale," sambungnya.
Namun, di satu sisi ia merasa kasihan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pasalnya, survei dilakukan di saat Jokowi belum lama menjabat sebagai presiden pada masa jabatan 2019-2024.
Menurutnya, hal itu seperti orang yang ingin segera ganti presiden.
"Tetapi ya menurut saya kasihanlah Pak Jokowi ini, pemerintahan baru seumur jagung sudah dilakukan survei."
"Kayak orang kebelet ganti presiden gitu loh, kayak enggak puas dengan pemerintahan," ujarnya.
• Soal Corona, Pengamat Politik Ini Kecewa dengan Jokowi yang Sebut Indonesia Aman, Singgung Menkes
Ia meminta agar masyarakat fokus memberikan kesempatan pada Jokowi melaksanakan janji-janjinya.
Apalagi menurut dia, biaya Pemilihan Umum (Pemilu) juga tidak sedikit.
"Berilah waktu dulu untuk menunaikan janji-janjinya yang banyak mungkin ada sebagian."
"Beri waktu supaya menunaikan janji-janjinya kan kita ini pemilu mahal lho Pemilu biayanya, triliunan," ungkap Mantan Wakil Ketua DPR ini.
Selain itu, dirinya juga ingin agar Prabowo Subianto serta Anies Baswedan fokus pada jabatannya sekarang.
Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar tidak terganggu karena hasil-hasil survei.
"Maksud saya tuh begini, apa biar dulu dan saya kira Pak Prabowo juga konsentrasi sedang menjadi Menteri Pertahanan."
"Pak Anies sedang konsentrasi dengan (jadi Gubernur)," pungkas Fadli Zon.
• Irma Chaniago Langsung Tertawa dengar Penjelasan Geisz Chalifah: Beliau Malah Mempermalukan Anies
Lihat videonya mulai menit ke-2:27:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)