Breaking News:

Virus Corona

Bahas Cara Walkot Depok Tanggapi Pasien Corona, Moeldoko Ogah Banyak Komentar: Ini soal Kemanusiaan

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko enggan banyak berkomentar soal tindakan penanganan Virus Corona oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Kolase/YouTube Najwa Shihab/Kompas.com
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko (kanan), dan Wali Kota Depok Mohammad Idris (kiri). Moeldoko enggan banyak berkomentar soal tindakan penanganan Virus Corona yang dilakukan Mohammad Idris. 

Terkait hal itu, Moeldoko lantas mengimbau semua pihak untuk tak lagi memperdebatkan hal yang tak penting soal Virus Corona.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam saluran YouTube Najwa Shihab, Rabu (4/3/2020).
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam saluran YouTube Najwa Shihab, Rabu (4/3/2020). (YouTube Najwa Shihab)

Ramai Virus Corona, Uya Kuya Lakukan Antisipasi, Tekan Tombol Lift Pakai Tisu hingga Tak Bersalaman

Menurutnya, yang terpenting adalah menyelesaikan persoalan Virus Corona.

"Ini adalah persoalan kemanusiaan, kita tidak boleh lagi bertikai atas persoalan-persoalan yang tidak pada intinya," terang Moeldoko.

"Inti kita adalah bagaimana menyelesaikan Coronanya."

"Persoalan-persoalan komunikasi ini perlu kita perbaiki," sambungnya.

Pernyataan Moeldoko itu pun langsung ditanggapi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh.

Menurut Nihayatul Wafiroh, sosialisasi soal Virus Corona sebenarnya perlu dilakukan sejak Februari 2020 lalu.

"Sebenarnya sejak Februari ketika Corona ini mulai marak, saya selalu bilang di semua media bahwa harus ada sosialisasi," kata Nihayatul Wafiroh.

"Jangan sampai masyarakat ini gaduh karena ketidaktahuan."

Terkait hal itu, ia pun menyinggung sosialisasi soal Virus Corona di Korea Selatan.

"Contoh di Korea Selatan itu tiap dua jam sekali ada SMS Blast yang menerangkan hal-hal simple, gejalanya seperti apa, apa yang harus dilakukan," kata Nihayatul Wafiroh.

Lantas, ia turut menyinggung nama Juru Bicara Penanganan Virus Coroba, Achmad Yurianto.

Menurut Nihayatul Wafiroh, ada satu pernyataan Achmad Yurianto yang dinilainya janggal.

"Nah ini tidak ada sama sekali, asumsinya waktu itu saya ingat betul saya satu meja di salah satu stasiun televisi dengan Pak Yuri," jelas Nihayatul Wafiroh.

"Beliau bilang gini 'Kan tidak seluruh masyarakat Indonesia punya hp'."

Halaman
1234
Tags:
DepokMata NajwaMoeldokoVirus CoronaMohammad IdrisNajwa Shihab
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved