Virus Corona
Kesaksian WNI Ungkap Beda Kepanikan Warga China dan Indonesia soal Corona, Wuhan Malah Lebih Santai?
Pasangan suami istri WNI dari Wuhan China mengungkap perbedaan tanggapan warga Indonesia dengan warga Wuhan terkait Virus Corona.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
Doddy melanjutkan, kota ditutup lantaran Virus Corona telah mengjangkit hingga 800 warga dan menyebabkan 25 orang meninggal.
"Kepanikan itu muncul ketika kota dinyatakan akan ditutup."
"Waktu itu jumlah meninggal kalau saya tidak salah mungkin bisa dicrosscheck lagi itu 25 orang dan terinfeksi itu lebih dari 800 pada saat itu maka diputuskan kota itu ditutup," jelas Doddy.
Lantas, Karni Ilyas kembali menimpali bahwa kepanikan yang dirasakan warga Wuhan itu wajar lantaran sudah ratusan orang menjadi korban.
• Effendi Ghazali Ungkap Kabar Gembira soal Virus Corona dan Imbau Karni Ilyas: Jangan Ngotot-ngotot
"Ya wajar kalau panik mah, tapi kita dua orang yang dikatakan positif dan juga masih dirawat kepanikan itu sudah terjadi kan, sudah luar biasa," ujar Karni Ilyas.
Sehingga, Pria 67 tahun itu bertanya-tanya mengapa kepanikan orang Indonesia sangat besar.
"Karena itu agak mengagetkan reaksi dari masyarakat, apa kita yang kurang sosialisasi dibanding di Wuhan," ungkapnya.
Lihat videonya mulai menit ke-10:00:
Sindiran Mahfud MD Terkait Kepanikan Virus Corona
Sementara itu, Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan, (Menkopolhukam), Mahfud MD, meminta agar semua orang tidak mendramatisir masalah Virus Corona termasuk Pemerintah Daerah (Pemda).
Mahfud MD meminta agar Pemda menenangkan warganya.
Dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Kompas TV pada Rabu (4/3/2020), Mahfud MD menegeaskan bahwa pemerintah Indonesia siap menangani Virus Corona.
Penanganan itu sesuai dengan standart yang ditetapkan WHO.
Mahfud MD menegaskan, informasi terkait Virus Corona terpusat di Kementerian Kesehatan.
Sehingga, ia meminta jangan ada Pemerintah Daerah yang melebihkan-lebihkan.