Banjir di Jakarta
Kupas Kritik soal Banjir Jakarta, Anies Baswedan: Bekasi Banjir Enggak Pernah Ditanyain di Talk Show
Anies Baswedan menjelaskan bagaimana adanya argumen-argumen yang mengkritik soal banjir Jakarta sengaja dipilih untuk kasus-kasus tertentu
Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
Anies lalu membahas soal kasus banjir yang menggenangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Ia menjelaskan bahwa di RSCM banjir terjadi akibat kombinasi curah hujan yang tinggi dan drainase yang buruk.
"Jadi RSCM itu ada volume hujan yang tinggi, lalu saluran yang memang sanggup untuk menampung sampai curah hujan tertentu," tutur Anies.
"Ketika curah hujannya di atas itu, dia perlu waktu untuk bisa mengalir semua," imbuhnya.
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-10.00:
Nurmansjah Lubis: Pak Anies Terlalu Lama Sendiri
Pada acara yang sama, Calon pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Nurmansjah Lubis ikut buka suara soal masalah banjir yang terjadi di Ibu Kota.
Satu di antara dua Calon Wakil Gubernur DKI itu menjelaskan beberapa hal yang menjadi penyebab banjir di Jakarta tak kunjung usai.
Nurmansjah menjelaskan di antara alasan banjir terus ada adalah posisi Anies Baswedan yang hingga saat ini tak miliki pendamping.

• Dicecar Najwa Shihab Pertanyaan, Jawaban Sekda DKI soal Banjir Jakarta Buat Penonton Tertawa
Dikutip dari video YouTube Najwa Shihab, Kamis (27/2/2020), awalnya Nurmansjah membahas soal anggaran banjir di DKI.
Menurutnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI belum bisa memaksimalkan pengguanaan dana anggaran untuk menyelesaikan masalah banjir.
"Anggaran di DKI ini besar, jangan sampai banjir yang sudah di depan mata itu, jadi bukan pekerjaan yang periodik," katanya.
"Kita sekarang enggak yakin bahwa drainase yang ada di seluruh Jakarta ini terkoneksi dengan baik tanpa ada sumbatan-sumbatan, padahal kita ada anggaran khusus banjir ini Rp 1,5 triliun," lanjut Nurmansjah.
Pria yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan faktor lain penyebab banjir adalah kurangnya koordinasi dan sinergi antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Lalu, Nurmansjah juga menekankan soal sifat egosentris yang ia anggap masih dimiliki oleh Pemprov DKI.