Terkini Nasional
Terus Dipotong saat Bahas Anies Baswedan, Geisz Chalifah: Kalau Mau Diskusi di Warung Kopi Silakan
Geisz Chalifah jengkel ketika dirinya terus diinterupsi saat memaparkan data soal kinerja Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
"Saya lagi jawab ini, kalau mau diskusi di warung kopi silakan," tegas Geisz.
"Faktanya banjir 2015, itu 702 RW tergenang, banjir di tahun 2020, 390 tergenang, hampir setengahnya."
"Banjir di 2015 tujuh hari, banjir di zaman Anies empat hari selesai, itu fakta, data, bukan persepsi," sambungnya.
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-2.00:
Jawaban Sekda DKI soal Banjir Picu Tawa Audiens
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah dihujani pertanyaan soal banjir saat ia hadir sebagai narasumber dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/2/2020).
Pada acara yang membahas persoalan banjir di Ibu Kota tersebut, Najwa Shihab mencecar Saefullah dengan beragam pertanyaan.
Satu di antara beberapa jawaban yang dilontarkan Saefullah memicu tawa dari audiens yang hadir pada acara tersebut.
Dikutip dari video YouTube Najwa Shihab, Kamis (27/2/2020), awalnya Najwa menanyakan apa peran khusus Pemprov DKI dalam penanganan banjir Ibu Kota.
"Porsinya Pemprov apa Pak? Manajemen banjirnya seperti apa," tanya Najwa.
Saefullah menjelaskan bahwa Pemprov DKI telah membuka posko banjir yang berisi informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pemantauan juga dilakukan Pemprov DKI melalui CCTV di tempat-tempat yang strategis.
"Untuk pengendalian banjir ini, pintu-pintu air ini yang paling sentral itu adalah di Manggarai, kami sudah buka posko sejak banjir pertama, seluruh informasi-informasi dari BMKG, kita semua di situ, dan kita semua terkoneksi dengan CCTV di tempat-tempat yang kita anggap strategis," paparnya.

• Di ILC, Sutiyoso Sentil Anies Baswedan soal Banjir Jakarta: Kadung Kampanyenya Tidak akan Gusur
Jawaban tersebut kembali dikritisi oleh Najwa.
"Tapi terjadi juga banjir kedua, berarti tidak maksimal," sindir Najwa.
Saefullah mengatakan bahwa datangnya hujan yang telah diprediksi oleh BMKG bukan lah urusan Pemprov DKI.