Terkini Nasional

Penumpang Kesulitan Temukan Ojek Onlinde di Jakarta, Buntut Ojol Demo di Depan DPR

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan pengemudi ojek online di depan Gedung DPR membuat banyak calon penumpang berkeluh kesah.

Penumpang Kesulitan Temukan Ojek Onlinde di Jakarta, Buntut Ojol Demo di Depan DPR
KOMPAS.com/Tsarina Maharani
Sejumlah pengemudi ojek online, Jumat (28/2/2020), menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan. 

TRIBUNWOW.COM - Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan pengemudi ojek online di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jumat (28/2/2020) siang, membuat banyak calon penumpang berkeluh kesah.

Gara-garanya, aksi unjuk rasa itu berdampak sulitnya calon penumpang mendapat ojek online.

Kalau pun ada, tarifnya pun melonjak jadi dua kali lipat.

Cerita Baasil, Mahasiswa Nyambi Jadi Driver Ojol di Solo, Gratiskan Tumpangan Buat Anak Yatim-Lansia

Hal ini dirasakan salah seorang pekerja bernaam Silvi (28) yang hendak menuju kantornya di Palmerah, Jakarta Pusat.

"Saya pesan ojol sekitar jam 12.30 dari Tomang ke Palmerah dengan jarak 6 km, di Grab ongkosnya naik jadi Rp 32.000. Biasanya kisaran Rp 10.000-Rp 15.000," ucap Silvi saat dihubungi Jumat.

Silvi pun mencari moda ojek online lain yakni Gojek yang setelah dicek, tarifnya masih normal berkisar Rp 15.000.

Namun, tiga kali mendapat pengemudi, pesanan Silvi selalu ditolak.

"Ditulis driver sibuk. Saya tunggu lagi pesan jam 13.05, berpikir habis salat Jumat ada yang ambil. Ternyata tidak juga," ucap dia.

Akhirnya, Silvi pun kembali menggunakan Grab yang tarifnya kemudian turun menjadi Rp 19.000.

"Akhirnya dapat ojol jam 13.30-an," tutur dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved