Pilkada 2020
Tak Lolos di Pilkada 2020, Salahudin-Vicky Prasetyo Curiga Ada Kecurangan: Ini Kejahatan Pemilu
Salahudin Pakaya dan Vicky Prasetyo akan ajukan keberatan administrasi kepada Badan Pengawas Pemilu Pohuwato, Gorontalo karena merasa ada kecurangan.
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Pasangan calon Salahudin Pakaya dan Vicky Prasetyo akan mengajukan keberatan administrasi kepada Badan Pengawas Pemilu Pohuwato, Gorontalo karena merasa ada kecurangan dalam pengumpulan berkas dukungan mereka.
Vicky Prasetyo bersama Salahudin Pakaya diketahui mencalonkan diri di Pilkada 2020 kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Salahudin sebagai calon bupati dan Vicky calon wakil bupatinya.
• Raffi Ahmad Soroti Ekspresi Vicky Prasetyo saat Bicara soal Perceraian, Syahnaz: Udah Nggak Ngerti
• Vicky Prasetyo Sebut Nagita Slavina Makin Agresif, Raffi Ahmad: Selama 4 Bulan Kena Serangan Fajar
Mereka diketahui menempuh jalur independen.
Namun, Salahudin dan Vicky dinyatakan tidak lolos karena jumlah dukungan mereka tidak memenuhi syarat.
Saat dihubungi Kompas.com Kamis (27/2/2020), Salahudin mengatakan, pihaknya akan mengajukan upaya keberatan kepada Bawaslu karena menyebut jumlah dukungannya berkurang.
"Tidak lolos karena dukungan kami dikurangi. Batasnya 9.820 sisanya 9657 sementara di data kami 10.265," kata Salahudin.
"Oh ini kejahatan pemilu. Jadi kami mengajukan upaya keberatan administrasi ke Bawaslu Pohuwato. Akan diproses selama 12 hari," kata Salahudin Menurut Salahudin, berkas dukungan dia dan Vicky sudah lengkap.
Pada 23 Februari 2020 lalu Salahudin membawa berkas 10.265 dukungan untuk didaftarkan.
Kata Salahudin, saat berkas diberikan, KPU setempat tidak langsung melakukan pengecekan terhadap data yang diserahkan.
Menurut Salahudin, seharusnya KPU langsung melakukan pengecekan dan penyesuaian antara data yang masuk ke dalam sistem dengan formulir yang diberikan paslon.
• Reaksi Tak Terduga Nagita Slavina saat Vicky Prasetyo Curhat soal Perceraian ke Raffi Ahmad: Siapa?
Selain itu, Salahaudin juga menyebut KPU tidak memberikan tanda terima dan keterangan tentang jumlah dukungan yang diserahkan.
Hingga pada keesokan Harinya, Salahudin kaget melihat suara dukungannya berkurang.
"Kami kaget setelah besoknya dilakukan pengecekan kami mencurigai terhadap dokumen kami."
"Ada beberapa dokumen yang tidak ada lagi," ucap Salahudin.